Example floating
Example floating
Life StyleSehat Bugar

Debat Memanas! Calon Presiden Soroti Kontroversi Pencegahan Stunting

Alfi Fida
×

Debat Memanas! Calon Presiden Soroti Kontroversi Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini
Debat Memanas! Calon Presiden Soroti Kontroversi Pencegahan Stunting
Debat Memanas! Calon Presiden Soroti Kontroversi Pencegahan Stunting

MEMO

Debat kelima Pilpres 2024 menghadirkan sorotan ketika calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap program makan siang gratis yang diusulkan oleh capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, sebagai upaya pencegahan stunting.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Ganjar menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, bukan pada masa anak-anak. Namun, seberapa krusialkah pencegahan stunting sejak dini?

Perspektif Berbeda dalam Debat Pencegahan Stunting

Debat kelima Pilpres 2024 menjadi sorotan dengan adanya pertukaran pendapat antara calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, dan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, terkait upaya pencegahan stunting.

Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum

Ganjar menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usulan Prabowo mengenai program makan siang gratis untuk mencegah stunting. Baginya, memberikan makan siang gratis kepada anak-anak dianggap sebagai tindakan yang terlambat dalam pencegahan stunting.

“Dalam mencegah stunting, memberikan makan kepada anak-anak tidaklah tepat karena sudah terlambat,” ujar Ganjar saat debat di Jakarta Convention Center pada Minggu (4/2).

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Memanfaatkan Air Kelapa untuk Rambut Sehat!

Menurut Ganjar, pencegahan stunting bukanlah tindakan yang dilakukan pada masa anak-anak, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan ibu. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak awal kehamilan.

Ganjar juga mengingatkan bahwa memberi makanan berlebihan kepada anak justru dapat menyebabkan obesitas. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk tidak memberi makanan dalam jumlah yang berlebihan.

Sejak kapan sebaiknya pencegahan stunting dilakukan?

Stunting atau keterlambatan pertumbuhan adalah masalah yang telah lama dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya berdampak pada tinggi badan yang kurang optimal, tetapi juga mempengaruhi tulang, otak, dan organ tubuh lainnya akibat kurangnya asupan gizi.

Mengapa Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Dini?

Dr. Muhammad Fadli, seorang spesialis kandungan di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa penanggulangan stunting tidak seharusnya dilakukan setelah anak lahir, terutama saat memasuki masa kanak-kanak. Sebaliknya, penanggulangan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan.