Pemanfaatan dana tidak berhenti pada pembiayaan premi BPJS.
Pemkab Blitar juga mengalokasikan DBHCHT untuk memperbaiki
kualitas fasilitas kesehatan di berbagai wilayah. Mulai dari penguatan
bangunan puskesmas, peningkatan layanan pustu, hingga pemenuhan
alat kesehatan menjadi prioritas.
Tak hanya itu, ketersediaan obat-obatan juga mendapat perhatian
serius. Dinkes Kabupaten Blitar memastikan bahwa setiap puskesmas
dan pustu tidak mengalami kekurangan obat, sehingga pasien bisamendapatkan layanan medis yang lebih cepat dan tepat.
Baca Juga: Strategi Pemkab Kediri Optimalkan Empat Destinasi Wisata Unggulan Dongkrak Pendapatan Daerah
“Dengan dukungan DBHCHT, kami terus meningkatkan sarana,
prasarana, hingga ketersediaan obat di fasilitas kesehatan.
Harapannya, pelayanan bisa semakin merata dan masyarakat
merasakan perubahan nyata,” tambah dr. Christine.
Langkah strategis ini menjadi bukti bahwa pengelolaan DBHCHT
berjalan tepat sasaran. Pemkab Blitar tidak hanya memanfaatkan dana
untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar
mengarahkan anggaran tersebut untuk kebutuhan masyarakat secara
langsung.
Baca Juga: Menikmati Sensasi Tren Sarapan Estetik Gunung Bromo dengan Pemandangan Alam Memukau
Ke depan, Pemkab Blitar menegaskan bahwa peningkatan layanan
kesehatan akan terus menjadi prioritas. Melalui dukungan DBHCHT,
pemerintah daerah berharap seluruh warga—khususnya kelompok
rentan—mendapatkan jaminan kesehatan yang layak sekaligus layanan
yang semakin berkualitas.












