
Surabaya, ( Memo.co.id )
Anggita Sari, model majalah pria yang pernah dipacari terpidana mati Freddy Budiman, bikin ulah di Surabaya. Dia bikin sensasi dengan mengunggah capture percakapan dengan Kasat Takdir Surabaya ( sekarang Kapolres KP3 Surabaya AKBP Takdir Mattanete, red ) ke akun instagramnya. Anggita memanggil Kapolres dengan sebutan Bang. Dia ngaku dianiaya pacarnya di kamar 2022 di Seraton Hotel Surabaya.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Dalam unggahan itu, tampak sebuah capture percakapan antara Anggita dengan “kasat takdir sby”.
Mungkin maksudnya Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, namun kini Takdir sudah menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Percakapan itu menunjukkan, Anggita yang melapor baru saja dipukuli di Hotel Sheraton kamar nomer 2022.
“Kejadian pemukulan oleh RONALD HENDRIADI jam 1 mlm tadi, ini wa (WhatsApp, Red) say dengan kepolisian kepolisian disini,” tulis Anggita, sebagaimana dikutip dari situs Tribunnews*com.
“Besok pagi saya akan urus surat laporan serta surat akbar Rinaldi di rutan medaeng karena saya tidak tahan lagi sahabat saya di medaeng diperlakukan seperti binatang hanya karena RONALD sudah bebas & berkuasa atas medaeng.”
“Ada keadilan disini?,” pungkasnya.
Anggita juga sempat memposting foto wajahnya yang lebam pada Rabu, 16 November 2016.
“Tidur dengan penuh lebam. Terima kasih @ronaldhendriadi see you tomorrow di polrestabes kriminal karena membuat saya seperti ini,” tulis Anggita.
Potingan instagram Anggita tidak memperoleh simpati nettizen. Justru, dia banyak disindir dan dicaci maki oleh nettisen. Tampaknya, masyarakat sudah tidak terkecoh dengan ulah wanita yang pernah ditangkap POlres Surabaya terrkait skandal prostitusi online tersebut.
Kapolres KP3 AKBP Takdir Mattanete Bereaksi
Kapolres Tanjung Perak Surabaya AKBP Takdir Mattanete akhirnya buka suara soal percakapannya dengan model cantik Anggita Sari melalui WhatsApp (WA).
Pesan WhatsApp itu berisi pengaduan artis majalah dewasa yang mengaku dipukuli pria yang bernama Ronald Hendriadi di dalam kamar Hotel Sheraton, Jl Embong Malang, Surabaya.
Takdir mengaku, pesan WhatsAPP dari Anggita Sari masuk handphonenya pada Selasa (15/11/2016) malam. Cuma, pesan itu baru dibaca oleh Takdir pada Rabu (16/11/2016) pagi.
“Nomor HP saya kan terbuka dan siapa pun boleh tahu. Banyak masyarakat yang punya dan menyimpan nomor HP saya, termasuk Mbak Anggita,” kata perwira polisi yang populer di media sosial karena ganteng itu saat SURYA.co,id, Rabu (16/11/2016).
Setelah membaca isi pesan WhatsApp yang dikirim Anggita, Takdir mengaku langsung membalas dan berkomunikasi dengan artis yang sempat heboh lantaran kasus prostitusi online di Surabaya itu.
Dalam komunikasi WhatsApp itu, Takdir menanyakan bagimana kejadian pemukulan yang dialami Anggita. Katanya, komunikasi itu dilakukan sebagai bentuk pelayanan Takdir yang merupakan anggota Polri.
“Kami memberi pelayanan kepada siapapun. Sebagai anggota Polri, harus terbuka dan baik dalam memberikan layanan,” katanya.
Setelah diklarifikasi lewat WhatSapp, Anggita memberi jawaban bahwa persoalan dengan Ronald Hendriadi sudah bisa diselesaikan.
Kepada Takdir, Anggita juga mengaku tidak jadi melaporkan penganiayaan yang dialami kepada polisi.
“Anggita mengaku masalahnya sudah selesai dan tidak mau dibesar-besarkan. Rencana lapor ke polisi akhirnya batal dilakukan,” jelas Takdir.
Sebagaimana diketahui, Takdir sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya yang membongkar skandal prostitusi online melibatkan Anggita Sari.
Sesuai konstruksi hukum positif Indonesia, Anggita Sari terbebas dari hukuman karena dianggap sebagai korban. Sedangkan yang diadili hanya mucikarinya bernama Alfania Tiarsasila (25) dan pacarnya Allen Saputra (23).
Sementara itu, hingga Rabu (16/11/2016) petang, polisi tidak menerima laporan masuk soal dugaan penganiayaan yang dialmi Anggita Sari.( red )












