Padahal, kehadiran suporter tidak hanya memberikan motivasi bagi tim, tetapi juga membangun hubungan baik antara suporter.
“Sangat kecewa, kami sebagai suporter harus dapat menjalin silaturahmi dengan sesama suporter agar tidak terjadi konflik seperti yang terjadi pada tanggal 2 Juli di Solo, di mana kami tidak dapat hadir secara langsung padahal hubungan antara kedua suporter sudah baik. Jika tim bermain tanpa dukungan suporter, performa tim tidak akan maksimal,” ujar Cak Tessy.
Alasan Rasional di Balik Larangan Suporter Away: Penjelasan Ketua Umum PSSI
Sementara itu, saat berkunjung ke Surabaya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan alasan di balik larangan bagi suporter untuk datang ke stadion ketika tim mereka berlaga di kandang lawan atau away.
Hal ini dikarenakan sepak bola Indonesia masih dalam masa transisi setelah terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.
Baca Juga: Kejari Kota Kediri Mutasi, Theresia Tri Widorini Geser Berganti Rivo Chandra Makarupa
Dalam artikel ini, Persebaya menyampaikan rasa kecewa mereka terhadap larangan suporter away yang diberlakukan oleh PSSI.
Meskipun begitu, Aji Santoso, pelatih Persebaya, menyatakan bahwa mereka bisa menerima keputusan tersebut karena sudah menjadi keputusan federasi.
Cak Tessy, salah satu pentolan suporter Persebaya, juga merasa kecewa dengan keputusan tersebut karena tidak bisa mendukung tim secara langsung dan menjalin hubungan baik dengan suporter lain.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa larangan ini diberlakukan karena sepak bola Indonesia sedang mengalami masa transisi setelah kejadian kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.
Kontroversi ini menunjukkan kompleksitas dalam mengatur kehadiran suporter dalam pertandingan away, sambil tetap mempertimbangkan keamanan dan keteraturan dalam dunia sepak bola Indonesia.












