Jombang, Mwmo | – Curah hujan tinggi yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Jombang membawa dampak serius bagi sektor pertanian, khususnya tanaman cabai. Di Kecamatan Diwek, para petani mengeluhkan serangan hama patek yang kian masif, menyebabkan kerusakan parah pada tanaman dan penurunan hasil panen yang signifikan.
Gugun Hermawan, salah satu petani cabai di Diwek, mengungkapkan bahwa serangan hama patek sudah menjadi momok tahunan setiap kali musim hujan berlangsung lebih lama dari biasanya. “Sekarang masih sering hujan, kemarau basah. Akibatnya hama patek semakin banyak dan tanaman mudah busuk,” ujarnya pada Senin (26/5).
Baca Juga: Ironi Negeri Agraris, Saat Lahan Menipis, Petani Berkurang, Pangan pun Jadi Rebutan
Menurut Gugun, berbagai jenis obat pertanian telah ia coba untuk memberantas hama ini, namun hasilnya belum memuaskan. Dari lima kali masa panen, ia hanya bisa mengumpulkan kurang dari tiga kuintal cabai, angka yang jauh di bawah target normal panennya.
Tidak hanya berdampak pada jumlah panen, wabah hama patek ini juga menekan harga jual cabai di tingkat petani. Gugun menyebutkan bahwa harga jual cabai ke Pasar Induk saat ini hanya sekitar Rp15.000 per kilogram, nilai yang dinilainya masih merugikan petani.
Baca Juga: Harga Pare Blitar Loyo! Petani Gigit Jari, Rupiah Menyusut Drastis di Tengah Panen!












