Dina, Kepala Perawat Bagian Hemodialisis RS Bunda Margonda, menjelaskan proses hemodialisis secara detail. “Jarum dimasukkan ke pembuluh darah untuk menghubungkan aliran darah ke mesin cuci darah,” ujarnya.
Darah kotor disaring di dalam mesin, limbahnya dibuang, dan darah yang sudah bersih dialirkan kembali ke tubuh pasien. Setiap sesi hemodialisis memakan waktu sekitar 4 jam, dan harus dilakukan secara rutin, minimal dua kali seminggu.
Baca Juga: Usai Lebaran, Berat Badan Melonjak? Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kebugaran Demi Kesehatan Optimal
Hemodialisis membantu menstabilkan tekanan darah dan menyeimbangkan kadar mineral dalam darah. Mesin hemodialisis berfungsi layaknya ginjal buatan yang menyaring darah.
Sholeh, salah seorang pasien yang sudah rutin menjalani hemodialisis, berbagi pengalaman hidupnya. “Saya harus cuci darah dua kali seminggu. Sekarang, saya berusaha keras untuk menjalani pola hidup sehat,” kata pria paruh baya tersebut.
Baca Juga: Lebaran Bisa Bikin Sakit! Ini Tips Jaga Makan Biar Gak Kebablasan!
Pemerintah diharapkan bisa meningkatkan akses terhadap layanan hemodialisis. Namun, pencegahan tetap menjadi kunci utama agar jumlah penderita penyakit ginjal tidak terus membengkak.












