Example floating
Example floating
Life Style

CEO Matata Sebut Generasi Z Cenderung Lebih Suka Bekerja Paruh Waktu

A. Daroini
×

CEO Matata Sebut Generasi Z Cenderung Lebih Suka Bekerja Paruh Waktu

Sebarkan artikel ini
CEO Matata Sebut Generasi Z Cenderung Lebih Suka Bekerja Paruh Waktu

MEMO | CEO Matata Sebut Generasi Z Cenderung Lebih Suka Bekerja Paruh Waktu
Praktisi ketenagakerjaan yang juga CEO Matata Edukasi Inovasi Tari Sandjojo mengatakan generasi Z cenderung lebih menyukai bekerja paruh waktu.

“Kecenderungan ke depan, generasi Z lebih menyukai bekerja paruh waktu dibandingkan penuh waktu, karena bisa bekerja dari mana saja dan tidak harus menempuh perjalanan yang lama untuk menuju kantor,” ujar Tari di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Generasi Z merupakan generasi yang lahir pada rentang 1997 hingga 2012. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada sensus 2020, jumlah generasi Z menempati proporsi terbanyak dengan 27,94 persen dari penduduk Indonesia.

Tari yang juga psikolog tersebut menambahkan bahwa generasi muda lebih dini dalam menemukan minat. Sehingga mengetahui ingin mempelajari keahlian apa untuk bekal hidup ke depan. Para generasi muda tersebut juga memiliki keahlian pada rentang usia yang lebih muda dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

“Pekerjaan paruh waktu merupakan kebutuhan masa depan. Dengan demikian, serangkaian keahlian spesifik yang dimiliki generasi muda itu tidak hanya dinikmati satu perusahaan saja,” terang dia.

Selain itu, generasi Z juga memiliki kecenderungan untuk memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sehingga pekerjaan paruh waktu akan semakin populer ke depannya.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Pihaknya melalui platform Bantu Kerja turut membantu generasi Z untuk mendapatkan pengalaman bekerja di dunia industri. Platform tersebut mempertemukan antara mitra industri, mitra sekolah dan juga siswa yang
ngin magang.

Platform tersebut juga menyediakan modul pelatihan yang yang dirancang agar calon pekerja bisa berinteraksi dengan pelaku pasar (baik pemberi pekerjaan atau penyedia jasa) yang sudah berpengalaman.

Sejumlah cakupan pembekalan meliputi cara menyusun CV dan portfolio yang representatif , pemahaman etika kerja, memberikan pilihan peluang kerja, ketrampilan menjawab dalam wawancara maupun latihan menyelesaikan projek dengan umpan balik langsung dari pemberi pekerjaan.