Pemilihan kualitas bahan baku dan pemrosesan yang higienis menjadi prioritas utama Galada untuk menyajikan makanan yang sehat dan bersih. “Penggunaan mesin hampa udara dan strerilisasi memastikan setiap produk Galada aman dan nyaman untuk dikonsumsi semua kalangan konsumen,” katanya lagi.
Dennis juga mengklaim bahwa keunggulan produk Galada bukan hanya berupa kualitas makanan, tapi juga kemudahan dalam menyajikan makanan. Hal ini ditujukan agar makanan bisa dibawa selama bepergian dan bisa menjadi alternatif para konsumen yang memiliki kesibukan sehingga tidak punya waktu memasak setiap hari.
Baca Juga: Ormas Madas Serumpun Siagakan Ratusan Massa Hadang Eksekusi Rumah Jalan Raya Darmo Surabaya
“Selain kualitas dan kemudahan, konsumen juga bebas berkreasi menggunakan produk Galada seperti membuat nasi goreng, tumis kangkung, spaghetti, dan masakan lainnya yang tidak hanya masakan lokal,” kata Dennis.
Galada sukses terpilih menjadi Top 15 merchant versi program akselarasi startup kuliner, Digitarasa pada tahun 2020. Selain itu, mereka juga pernah terpilih menjadi Top 10 UMKM Terbaik oleh BCA Bangga Lokal, di mana Galada meluncurkan produk bernama Cumi Luat.
Baca Juga: Langkah Berani KPK Usut Tuntas Skandal Kuota Haji 2024 Seret Yaqut dan Jokowi
“Cumi Luat diluncurkan pada 18 Agustus 2021, sekaligus memperkenalkan sambal luat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Perpaduan cabai rawit, daun kemangi, dan jeruk nipis membuat sambal luat memiliki cita rasa yang unik karena mengandung rasa pedas, asam, dan segar. Jika biasanya sambal luat disajikan dengan daging sapi, Cumi Luat merupakan kreasi satu-satunya yang mengkombinasikan cumi dengan sambal luat,” ujar Dennis












