Kediri, Memo
Kabar baik bagi warga Kabupaten Kediri yang ingin mengurus dokumen kependudukan. Di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito, urusan birokrasi yang dulu dianggap ribet dan jauh, kini semakin dekat ke rumah warga.
Baca Juga: 17 Program Prioritas Bupati Kediri Mas Dhito Terealisasi di Tahun Pertama Pereode Kedua
Memasuki tahun kedua di periode keduanya, Mas Dhito membuktikan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Walaupun pemerintah daerah sedang melakukan penghematan anggaran besar-besaran mencapai Rp265 miliar, layanan untuk rakyat seperti pengurusan surat-menyurat dipastikan tidak boleh terganggu.
Urus KK dan Akta Lahir Cukup di Desa, Tidak Perlu Antre Jauh
Inovasi yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga adalah program Sahaja Suka (Satu Hari Jadi Masuk Desa). Dulu, warga harus meluangkan waktu dan ongkos untuk pergi ke kantor kecamatan atau kantor dinas di pusat kota. Sekarang, pengurusan dokumen sudah tersebar di 326 desa atau mencakup 95% dari seluruh desa yang ada di Kediri.
Melalui layanan ini, masyarakat bisa mengurus berbagai dokumen penting seperti:
-
Kartu Keluarga (KK): Bisa pecah KK, ganti data, atau ubah ke model barcode.
Baca Juga: Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Perintahkan Jaksa Hadirkan Camat dan Kapolsek
-
Akta Kelahiran: Paket lengkap sekaligus mendapatkan KK dan Kartu Identitas Anak (KIA).
-
Akta Kematian: Paket lengkap dengan pembaruan KTP dan KK terbaru.
Sejak dimulai tahun 2025 lalu, sudah ada lebih dari 9.500 dokumen yang berhasil diterbitkan langsung dari balai desa. Artinya, ribuan warga sudah merasakan kemudahan mengurus surat sambil tetap bisa beraktivitas di lingkungan rumah mereka sendiri.
Mall Pelayanan Publik (MPP): Tempat Nyaman Segala Urusan
Selain layanan di tingkat desa, Kabupaten Kediri juga punya Mall Pelayanan Publik (MPP) yang keren dan nyaman. Sempat ada tantangan saat kerusuhan Agustus tahun lalu, namun Mas Dhito bergerak cepat memperbaiki fasilitas yang rusak agar pelayanan tetap jalan. MPP ini dirancang agar masyarakat merasa nyaman saat mengurus dokumen pemerintahan, seperti sedang berjalan-jalan di mall.
Setiap harinya, ada sekitar 100 sampai 130 warga yang datang ke MPP untuk mendapatkan pelayanan terpadu. Total kunjungan hingga awal tahun 2026 ini bahkan sudah menembus angka 11.360 orang. Hal ini menunjukkan bahwa warga Kediri sangat terbantu dengan adanya pusat layanan yang efisien dan ramah.
“Intinya pemerintah itu sukses kalau rakyatnya merasa gampang saat butuh bantuan layanan. Itulah fokus kami sekarang,” jelas Mas Dhito dengan singkat dan tegas.
Komitmen Melayani Meski Sedang Hemat Anggaran
Tahun ini memang bukan tahun yang mudah bagi Pemkab Kediri karena adanya penyesuaian anggaran dari pusat. Namun, Mas Dhito menegaskan bahwa penghematan tidak akan menyentuh sektor pelayanan dasar. Digitalisasi dan penguatan layanan di tingkat desa akan terus diperkuat agar masyarakat semakin sejahtera karena urusan administratifnya selalu lancar.












