Example floating
Example floating
Home

Cara Dua Kiai NU Menjatuhkan Lawan Politik Jelang Pemilihan Presiden, PBNU Nyatakan Ini

Alfi Fida
×

Cara Dua Kiai NU Menjatuhkan Lawan Politik Jelang Pemilihan Presiden, PBNU Nyatakan Ini

Sebarkan artikel ini

Belum lama ini, KH Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyindir Ketua Mulimat NU Khofifah Indarparawansa, dianggap bukan keluarga NU.

Kejadian serupa, juga pernah diarahkan ke Profesor Mahfud MD. Menkopolhukam di kabinet Jokowi itu, dituding oleh KH Said Aqil Syiroj, bukan kader Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Dua kiai NU, KH Muhaimin Iskandar, dan KH Said Agil Siroj, sama sama menjatuhkan lawan politiknya dengan frasa kebencian. Momentumnya sama, yaitu bertepatan Pemilihan Presiden.

Bedanya, KH Said Agil Siroj, melontarkan frasa kebencian sesama kader NU , menjelang Pilpres 2019. Sedang KH Muhaimin, menyampaikan frasa kebencian ke tokoh muslimat NU, di saat Pilpres 2024.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Frasa kebencian dari dua tokoh NU ke tokoh lainnya sesama keluarga besar NU itu, tersulut akibat perbedaan pandangan politik menjelang Pemilihan Umum.

Baik Mahfud MD maupun Khofifah, sama sama dilabeli, bukan sebagai kader NU. Keduanya bukan keluarga nahdliyyin. Padahal, masyarakat Indonesia, ikut bangga karena NU memiliki dua kader, tokoh pemimpin Indonesia.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Minyak Goreng Curhat Rumah Tangga Retak Akibat Pertanyaan Penyidik Kejagung