Example floating
Example floating
Home

Cara Dua Kiai NU Menjatuhkan Lawan Politik Jelang Pemilihan Presiden, PBNU Nyatakan Ini

Alfi Fida
×

Cara Dua Kiai NU Menjatuhkan Lawan Politik Jelang Pemilihan Presiden, PBNU Nyatakan Ini

Sebarkan artikel ini

Belum lama ini, KH Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyindir Ketua Mulimat NU Khofifah Indarparawansa, dianggap bukan keluarga NU.

Kejadian serupa, juga pernah diarahkan ke Profesor Mahfud MD. Menkopolhukam di kabinet Jokowi itu, dituding oleh KH Said Aqil Syiroj, bukan kader Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Dua kiai NU, KH Muhaimin Iskandar, dan KH Said Agil Siroj, sama sama menjatuhkan lawan politiknya dengan frasa kebencian. Momentumnya sama, yaitu bertepatan Pemilihan Presiden.

Bedanya, KH Said Agil Siroj, melontarkan frasa kebencian sesama kader NU , menjelang Pilpres 2019. Sedang KH Muhaimin, menyampaikan frasa kebencian ke tokoh muslimat NU, di saat Pilpres 2024.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Frasa kebencian dari dua tokoh NU ke tokoh lainnya sesama keluarga besar NU itu, tersulut akibat perbedaan pandangan politik menjelang Pemilihan Umum.

Baik Mahfud MD maupun Khofifah, sama sama dilabeli, bukan sebagai kader NU. Keduanya bukan keluarga nahdliyyin. Padahal, masyarakat Indonesia, ikut bangga karena NU memiliki dua kader, tokoh pemimpin Indonesia.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"