” Kalau harga pasaran aman, otomatis berdampak bagus bagi tingkat kesejahteraan peternak. Hewan sehat harga meningkat itu harapan bersama,” tutur Ida Shobihatin.
Disinggung soal bentuk tindakan pencegahan dan pengobatan penyakit hewan disampaikan juga oleh Kadis Pertanian melalui Medik Vetetinrr, Drh. Neneng Susanti membeberkan untuk tindakannya terbagi menjadi 4 kegiatan.
Yaitu tindakan pencegahan melalui bantuan suntik vaksinasi hewan ternak terealisasi sebanyak 10.054 ekor. Sedangkan untuk pelayanan pengobatan penyakit tercatat ada 26.118 ekor hewan. Termasuk pelayanan umum (suportif penyehatan) tercatat ada 49.250 ekor.
” Total keseluruhan ada 85.872 ekor yang sudah ditangani dinas dari target di tahun 2025 sebesar 80.000 ekor penanganan. Artinya kita sudah melewati batas aman dengan realisasi 107%,’ jelas Neneng Susanti.
Untuk jenis vaksin hewan masih kata Neneng Susanti terdiri dari 4 macam vaksin. Diantaranya vaksin LSD ( Lumpy Skin Disease ) atau populer dengan sebutan penyakit lato-lato.
Vaksinasi jenis ke dua yaitu vaksin Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK). Termasuk vaksinasi Septicaemia Epizootica ( SE ) atau masyarakat awam menyebutnya dengan istilah penyakit ngorok/gondong. Jenis vaksinasi satu lagi yaitu vaksin Rabies atau penyakit anjing gila.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik
Dari upaya dan harapan dinas seperti itu ternyata mendapat respon positif dari kelompok peternak binaan di Kabupaten Nganjuk.
Salah satunya seperti pengakuan yang disampaikan oleh dua peternak besar dan sukses. Yaitu Wijiono peternak kambing PE ( peranakan etawa) asal dari Dusun Mbrayung Desa Sumber Urip Kecamatan Brebek.Satu lagi peternak sapi potong bernama Mursid asal Desa Sukorejo Kecamatan Loceret.
Keduanya mengaku sangat terbantu dengan hadirnya dinas memberikan arahan dan support untuk perkembangan usaha ternak hingga saat ini.
” Tanpa pendampingan dan pelayanan kesehatan secara ketat dari dinas dimungkinkan tidak bisa sebesar seperti saat ini,” ujar kedua peternak saat ditemui di tempat usahanya belum lama ini.
Untuk diinformasikan jumlah hewan ternak kambing PE milik Wijiono saat didata petugas dari dinas pertanian sebanyak 100 ekor. Sedangkan jumlah sapi potong milik Muhajir saat dimonitoring Kadisperta ,Ida Shobihatin tercatat ada 150 ekor. Ini bukti kerja nyata dinas dalam mewujudkan program bupati Marhaen yaitu revitalisasi sektor peternakan. ( Adi)












