NGANJUK, MEMO
– Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Nganjuk, di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Ida Shobihatin , gencar melakukan revitalisasi sektor peternakan.
Khususnya melalui percepatan peningkatan populasi hewan ternak beserta pelayanan kesehatan hewan berupa tindakan pengendalian penyakit hewan yang ada di 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk.
Untuk diketahui, sesuai data real jumlah populasi dan jenis hewan ternak tahun 2026 yang tercatat di Dinas Pertanian capaianya cukup memuaskan.
Dari 8 jenis kelompok hewan ternak sesuai catatan dinas dan masuk daftar 5 besar populasi tertinggi tahun 2026 diantaranya untuk urutan pertama ada pada gabungan kelompok peternak hewan kambing jawa di 20 kecamatan yaitu sebanyak 120.777 ekor.
Untuk urutan kedua terbanyak jatuh pada populasi hewan ternak sapi potong yaitu sejumlah 117.971 ekor. Di peringkat ke tiga populasi tertinggi ada pada kelompok peternak domba yaitu sebanyak 70.908 ekor.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik
Sedangkan untuk urutan 4 dan 5 adalah kelompok peternak kelinci dengan populasi mencapai 9516 ekor, sementara untuk jenis hewan ternak kerbau menduduki urutan ke -5 dengan jumlah populasi sebanyak 803 ekor.
Untuk populasi jenis hewan ternak lainnya seperti sapi perah , kuda dan babi angkanya masih di bawah 150 ekor.
Persisnya untuk sapi perah populasinya tahun 2026 tercatat ada 119 ekor. Untuk babi ada 80 ekor dan yang terkecil populasinya adalah hewan ternak kuda yaitu sejumlah 5 ekor.
” Dengan capaian itu harapannya bisa terus meningkat lagi jumlah populasinya ditahun tahun berikutnya, tentunya harus dibarengi dengan optimalisasi pelayanan kesehatan hewan di masyarakat melalui tindakan pencegahan lewat vaksinasi dan desinfeksi,” terang Kepala Dinas Pertanian, Ida Shobihatin, A.P, M.Si.
Untuk mewujudkan itu masih kata Ida Shobihatin diperlukan sinergitas antara peternak dan pemerintah daerah melalui dinas pertanian bidang peternakan.
” Dinas Wellcome sewaktu waktu dibutuhkan. Petugas kesehatan hewan di wilayah kecamatan juga selalu ready jika ada laporan dari masyarakat seputar penyuluhan atau tindakan medis hewan,” ujar Ida Shobihatin.
Disinggung pula oleh Ida Shobihatin saat monitoring di kandang ternak sapi potong di Desa Sukorejo Kecamatan Loceret karena ada larangan keras sapi impor masuk ke Jawa Timur sangat berdampak pada harga penjualan sapi potong tetap stabil.












