MEMO – Sebuah kebakaran hutan besar melanda wilayah California tengah pada akhir pekan lalu dan dengan cepat meluas hingga mencapai lebih dari 400 hektare, memaksa ratusan warga untuk mengungsi dari rumah mereka, demikian dilaporkan oleh Xinhua pada hari Selasa (1/4/2025).
Kebakaran yang diberi nama Silver Fire oleh Cal Fire ini pertama kali dilaporkan pada hari Minggu (30/3/2025) pukul 14.11 waktu setempat. Titik awal api berada di Inyo County, sebuah wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Nevada.
Baca Juga: Trump Gebrak Meja, Tarif Impor Produk Tiongkok Meroket Hingga 125 Persen
Hanya dalam waktu enam jam, kobaran api telah merambah area seluas 404 hektare. Pada Senin pagi (31/3/2025), area yang terbakar terus bertambah menjadi lebih dari 505 hektare tanpa menunjukkan adanya tanda-tanda berhasil dikendalikan.
Cal Fire mencatat bahwa tingkat pengendalian kebakaran masih berada di angka nol persen. Situasi semakin diperburuk oleh hembusan angin kencang yang mencapai kecepatan hingga 35 mph (sekitar 56,3 kph).
Baca Juga: Mengapa Palestina Tak Kunjung Merdeka? Rahasia Dibalik Konflik Abadi Timur Tengah
Kondisi angin yang ekstrem ini menciptakan bahaya signifikan, bahkan menyebabkan beberapa pesawat pemadam kebakaran tidak dapat beroperasi dengan aman. Upaya pemadaman menjadi semakin menantang karena arah angin yang tidak menentu dan sering berubah secara tiba-tiba.
Juru bicara Cal Fire, Chloe Castillo, menggambarkan betapa tidak terprediksinya angin di lokasi kejadian. “Anginnya sangat tidak teratur. Sebentar bertiup ke utara, kemudian tiba-tiba berbalik ke timur,” ungkapnya.
Pihak berwenang telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi sekitar 800 rumah yang berada di beberapa wilayah terdampak. Area-area yang terpengaruh meliputi Laws di Inyo County, Chalfant di Mono County, serta kawasan permukiman White Mountain Estates.
Warga diinstruksikan untuk segera meninggalkan kediaman mereka demi keselamatan. Selain itu, kebakaran ini juga menyebabkan penutupan jalan utama, dengan sekitar 50 kilometer dari U.S. Highway 6 ditutup sementara untuk mencegah potensi risiko yang lebih besar.
Otoritas setempat terus memantau perkembangan kebakaran dengan seksama. Namun, kondisi cuaca yang buruk dan angin kencang yang terus berhembus menjadi kendala utama dalam upaya pengendalian api. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, tetapi kebakaran ini tetap menjadi ancaman serius bagi penduduk dan infrastruktur di sekitarnya.












