Example floating
Example floating
Home

Cadangan BBM Nasional Indonesia Menipis: Ancaman Krisis Energi Terbesar

Alfi Fida
×

Cadangan BBM Nasional Indonesia Menipis: Ancaman Krisis Energi Terbesar

Sebarkan artikel ini
Cadangan BBM Nasional Indonesia Menipis: Ancaman Krisis Energi Terbesar
Cadangan BBM Nasional Indonesia Menipis: Ancaman Krisis Energi Terbesar

MEMO

Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam ketahanan energi, dengan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional hanya mencukupi untuk 21 hari. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan kekhawatirannya terkait situasi ini, menyoroti ketidakmampuan negara untuk menghadapi kemungkinan konflik internasional. Pada masa lalu, Indonesia pernah mencapai puncak kejayaan sebagai anggota OPEC, namun saat ini, produksi minyak jauh dari kapasitas konsumsi domestik yang tinggi. Di tengah kekhawatiran ini, pemerintah tengah memfinalkan regulasi Cadangan Penyangga Energi (CPE) untuk memastikan keamanan pasokan energi di masa mendatang.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Indonesia Hanya Punya Cadangan BBM 21 Hari!

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia baru-baru ini menyampaikan kekhawatiran mengenai cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional Indonesia yang saat ini hanya cukup untuk 21 hari. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, terutama jika terjadi ketegangan atau konflik dengan negara lain.

Pada masa lalu, Indonesia pernah mengalami periode kejayaan sebagai anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), di mana produksi minyak mencapai 1,6 juta barel per hari. Pada tahun 1996-1997, sekitar 40-50 persen pendapatan negara berasal dari sektor minyak. Namun, situasi saat ini sangat berbeda. Produksi minyak Indonesia kini hanya sekitar 600 ribu barel per hari, sementara konsumsi minyak domestik mencapai 1,6 juta barel per hari.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Bahlil menjelaskan, pada masa kejayaan tersebut, Indonesia belum pernah membangun fasilitas penyulingan minyak yang memadai. Kapasitas penyimpanan minyak nasional juga hanya mencakup 21 hari. “Jika Indonesia terlibat dalam sebuah konflik dan tidak dapat memperoleh pasokan minyak selama 21 hari, kita akan menghadapi kerusakan besar. Ketahanan energi kita sangat lemah,” ungkap Bahlil dalam Program Economic Update CNBC Indonesia, Kamis (1/8/2024).

Bahlil juga menyoroti bahwa sesuai dengan standar internasional, cadangan BBM yang ideal seharusnya mencapai 90 hari. Sebagai perbandingan, Singapura memiliki cadangan BBM selama 60 hari. “Di Asia Tenggara, cadangan BBM kita adalah yang paling kecil. Mengingat jumlah penduduk kita, perlu ada upaya untuk mengoptimalkan semua sumber daya alam yang kita miliki,” tambahnya.

Baca Juga: 39 Orang Masih Dinyatakan Hilang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian