Example floating
Example floating
Jatim

Bupati Ponorogo Siap Ngantor di Sekolah Rakyat, Temani Langsung Anak-Anak Didik

Ferdi Ragil
×

Bupati Ponorogo Siap Ngantor di Sekolah Rakyat, Temani Langsung Anak-Anak Didik

Sebarkan artikel ini
Bupati Ponorogo Siap Ngantor di Sekolah Rakyat

Ponorogo, Memo
Komitmen Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terhadap pendidikan tak berhenti pada kebijakan di balik meja. Kali ini, ia ingin lebih dekat, hadir langsung di tengah anak-anak Sekolah Rakyat (SR) yang sedang merintis masa depan dari titik nol.

Bahkan, ia meminta disiapkan sebuah ruangan kecil di sekolah itu — bukan untuk mengawasi, melainkan untuk ngantor sambil menemani proses tumbuh kembang para siswa.

Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk

“Bukan untuk ngawasi, tapi ngancani anak-anak. Saya ingin melihat langsung bagaimana perkembangan mereka. Cukup ruangan kecil saja untuk saya bekerja,” ujar Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko, Jumat (18/7/2025).

Bagi Bupati Sugiri, Sekolah Rakyat tak hanya tempat belajar, tetapi juga laboratorium kehidupan yang menanamkan nilai-nilai karakter, disiplin, dan cita-cita besar. Dirancang sebagai sekolah berasrama, SR dimaksudkan menjadi jembatan nyata bagi anak-anak miskin untuk menembus keterbatasan hidup.

Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan

“Ini bukan sekadar sekolah. Ini tempat menyemai harapan, kawah candradimuka untuk anak-anak yang berjuang dari keterbatasan,” tegasnya.

Untuk memastikan semangat dan visi pendidikan ini benar-benar selaras, Kang Giri bahkan mengumpulkan seluruh tenaga pendidik SR secara mendadak di Rumah Dinas Pringgitan pada Rabu (16/7/2025) lalu. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi dalam menerapkan sistem sekolah berasrama yang tengah dibangun Pemkab Ponorogo — sebagai bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo.

Baca Juga: Vonis Korupsi Kredit BRI Pasar Pon Ponorogo Dua Terdakwa Resmi Dijatuhi Hukuman

Ia menekankan bahwa guru di SR tak cukup hanya mengajar. Mereka harus mampu menjadi sahabat sekaligus pengganti orang tua, terlebih bagi siswa-siswa kecil yang baru pertama kali hidup jauh dari rumah.
“Guru tidak diwajibkan menginap, tapi kami sunahkan, apalagi yang masih lajang. Kehadiran mereka sangat penting bagi anak-anak,” tambahnya.

Dengan konsep Sekolah Rakyat yang inklusif dan berjiwa pendampingan, Pemkab Ponorogo berharap mampu melahirkan generasi baru yang tak hanya cerdas, tapi juga tangguh dalam menghadapi kehidupan.