Example floating
Example floating
BirokrasiPeristiwa

Bupati Mulkan Minta ASN Fokus Kerja, Jauhi Politik

Avatar
×

Bupati Mulkan Minta ASN Fokus Kerja, Jauhi Politik

Sebarkan artikel ini

MEMO, Bangka : Tahun depan tepatnya 14 Februari 2024, bangsa indonesia akan menggelar pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu). Tak hanya itu, pada 27 November 2024 juga akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Menjelang tahun politik tersebut, manuver partai politik serta bakal calon presiden, kepala daerah, legislatif dari pusat dan daerah pun saat ini menjadi isu utama dalam setiap pemberitaan di media.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Menyikapi hal itu Bupati Bangka, Mulkan mengajak semua pihak agar mengutamakan kepentingan bangsa dan masyarakat agar menciptakan suasana damai dan kondusif.  Sekat-sekat politik harus dihapus apalagi ketika berbicara pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu pula yang selalu ditekankannya kepada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Bangka. Dia meminta semua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangka untuk fokus bekerja memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan tidak memikirkan politik.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

“Kalau Pemkab Bangka ini ingin maju maka kita harus fokus bekerja, berikan layanan maksimal untuk warga kita, itu lebih baik,” kata Mulkan, di Sungailiat, Sabtu (3/6/2023).

Lebih jauh Mulkan menyampaikan harapan iklim politik sehat yang sudah terbangun dengan baik di kabupaten bangka ini dapat dijaga. Dengan demikian fokus untuk menyukseskan program membangun kabupaten bangka yang SETARA dengan daerah lain bisa berhasil.

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

“Di Pemkab Bangka tidak ada yang namanya dendam politik, singkirkan ego dan dendam politik kita. Silakan beda pilihan, gunakan hak pilih pada Pemilu nanti sesuai nurani. Begitu juga yang ikut pemilihan nanti, setelah menjadi pemimpin maka fokusnya untuk menyejahterakan masyarakat. Menjadi pemimpin bukan untuk mencari kuasa, awas kamu kalau saya jadi Bupati, ku buang jauh-jauh, ku non job kan, itu jadi pemimpin niatnya saja sudah tidak baik,” ucapnya.