Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Bupati Kediri Instruksikan Pindah Kantor Satpol PP Demi Optimalisasi Fungsi Museum Daerah

A. Daroini
×

Bupati Kediri Instruksikan Pindah Kantor Satpol PP Demi Optimalisasi Fungsi Museum Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Kediri Instruksikan Pindah Kantor Satpol PP Demi Optimalisasi Fungsi Museum Daerah

Upaya Restorasi Fungsi Museum Airlangga Kediri Secara Total

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, secara tegas menginstruksikan pemindahan markas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang selama ini menempati area bangunan museum. Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mengembalikan fungsi asli gedung tersebut sebagai pusat edukasi sejarah dan penyimpanan benda cagar budaya.

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

Keputusan ini menunjukkan pergeseran prioritas pemanfaatan aset daerah yang kini lebih mengedepankan aspek pelestarian nilai-nilai luhur peradaban Kediri daripada sekadar urusan administratif perkantoran.

Langkah berani yang diambil oleh pimpinan daerah yang akrab disapa Mas Dhito ini didasari oleh keprihatinan atas minimnya ruang representatif untuk memamerkan kekayaan arkeologis Kediri. Selama ini, sebagian bangunan yang seharusnya digunakan untuk memajang arca dan prasasti justru tertutup oleh aktivitas kedinasan Satpol PP.

Baca Juga: Geliat Sejarah di Jalanan Kediri Lewat Rally Wisata Mobil Kuno 2026

Dengan adanya rencana relokasi ini, diharapkan Museum Airlangga dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata sejarah yang lebih modern, nyaman, dan edukatif bagi masyarakat luas maupun wisatawan mancanegara.

Persoalan tumpang tindih fungsi bangunan ini sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerhati budaya di Kediri sejak lama. Keberadaan kantor pemerintahan di dalam kompleks cagar budaya dinilai kurang estetis dan membatasi akses publik terhadap benda-benda bersejarah.

Mas Dhito memandang bahwa Kediri memiliki akar sejarah yang sangat kuat, terutama peninggalan dari masa Kerajaan Kadiri dan Airlangga, sehingga fasilitas pendukungnya harus dikelola dengan standar yang mumpuni.

Visi Besar Kediri Sebagai Kota Budaya

Dalam narasinya, Mas Dhito menekankan bahwa kantor Satpol PP seharusnya berada di lokasi yang lebih strategis untuk menunjang mobilisasi tugas penegakan peraturan daerah, bukan di dalam kompleks museum. Ia menginginkan agar setiap jengkal lahan di area museum benar-benar murni digunakan untuk kepentingan kebudayaan.

Revitalisasi ini tidak hanya sekadar memindahkan meja dan kursi kantor, tetapi juga mencakup penataan ulang tata cahaya, narasi sejarah di setiap koleksi, hingga penyediaan fasilitas pendukung bagi peneliti sejarah.

Proses pemindahan ini direncanakan akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan operasional Satpol PP tidak terganggu. Pemerintah Kabupaten Kediri tengah menyiapkan lokasi baru yang lebih representatif bagi personel Satpol PP.

Mas Dhito berharap, dengan kantor yang baru, kinerja Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum dapat semakin meningkat, sementara Museum Airlangga dapat bernapas lega dengan ruang pamer yang jauh lebih luas dan terbuka.

Kebijakan ini juga selaras dengan semangat pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri. Mas Dhito menyadari bahwa dengan hadirnya bandara, arus wisatawan akan meningkat pesat. Oleh karena itu, infrastruktur budaya seperti museum harus dipersiapkan dengan matang agar menjadi magnet wisata utama.

Kediri tidak boleh hanya menjadi kota transit, melainkan harus menjadi pusat peradaban yang bangga akan identitas masa lalunya.

Dukungan terhadap instruksi bupati ini pun mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak warga merasa bahwa selama ini koleksi museum terkesan “tersembunyi” di balik kesibukan kantor Satpol PP.

Dengan pengembalian fungsi gedung secara utuh, para pelajar dan mahasiswa dapat melakukan riset sejarah dengan lebih leluasa tanpa merasa canggung masuk ke area yang dianggap sebagai area perkantoran aparat keamanan.

Menjaga Warisan Leluhur Untuk Generasi Masa Depan

Pengalihan fungsi bangunan ini juga berkaitan erat dengan keamanan artefak. Benda-benda purbakala memerlukan penanganan khusus, mulai dari suhu ruangan hingga pengaturan kelembapan. Jika ruangan museum digunakan sebagai kantor yang penuh dengan aktivitas manusia dan peralatan elektronik kantor, risiko kerusakan terhadap koleksi yang berusia ratusan tahun tersebut akan semakin besar.

Dengan sterilisasi bangunan dari aktivitas perkantoran, standar konservasi benda cagar budaya dapat diterapkan secara lebih maksimal.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga berencana menggandeng para arkeolog dan ahli museum untuk merancang kembali konsep storytelling di dalam museum tersebut.

Tujuannya adalah agar generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, merasa tertarik untuk berkunjung ke museum. Museum tidak boleh lagi dianggap sebagai tempat yang gelap, kuno, dan membosankan, melainkan sebagai ruang publik yang dinamis dan penuh inspirasi.

Dampak Positif Pelestarian Budaya Kediri Bagi Masyarakat Luas

Secara jangka panjang, pemindahan kantor Satpol PP ini diyakini akan mendongkrak ekonomi kreatif di sekitar kawasan museum. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, sektor UMKM lokal mulai dari kuliner hingga kerajinan khas Kediri akan turut merasakan dampak positifnya.

Mas Dhito optimis bahwa investasi di bidang kebudayaan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dinikmati oleh anak cucu kelak sebagai pondasi karakter bangsa yang kuat.

Penataan aset daerah ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Mas Dhito tidak hanya fokus pada pembangunan fisik jalan dan gedung baru, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap aspek non-fisik seperti sejarah dan budaya.

Komitmen ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia yang memiliki permasalahan serupa, di mana aset cagar budaya seringkali kalah bersaing dengan kepentingan administratif instansi pemerintah.

Kedepannya, pemantauan terhadap proses pembangunan kantor baru Satpol PP akan terus dilakukan agar tenggat waktu pengosongan gedung museum dapat terpenuhi tepat waktu. Penegakan marwah sejarah Kediri kini memasuki babak baru, di mana museum kembali ke fungsinya yang sejati sebagai rumah bagi identitas dan kebesaran masa lalu yang pernah jaya di tanah Jawa.