“Serapan anggaran Pemkab Blitar sampai Agustus ini masih 48 persen. Itu pun 38 persen hanya dipakai untuk belanja rutin, perjalanan dinas dan acara seremonial. Sedangkan belanja modal pembangunan yang orientasinya langsung kepada rakyat, masih dibawah 10 persen,” bebernya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Blitar Khusna Lindarti selaku ketua panitia acara mengungkapkan seluruh anggaran acara ini bersumber dari sponsorship. “Kita mengedarkan proposal kepada pengusaha-pengusaha itu. Kita mintai sponsor untuk kegiatan tersebut,” kata dia.
Baca Juga: Gus Tamim Gaungkan Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Greenhouse Skala Kecil
Menyikapi itu, Mujianto menyebut langkah Pemkab Blitar meminta sponsor kepada swasta di tengah lesunya kondisi ekonomi, merupakan hal yang memalukan.
“Memalukan, ekonomi sedang lesu, daya beli rendah, malah minta-minta ke pengusaha. Apalagi, belanja modal dari pemerintah sebagai stimulus ekonomi pun tidak dilakukan,” pungkas Mujianto.**
Baca Juga: Sidak TKP2OM di Blitar Kota, Kapolres Pastikan Keamanan Produk untuk Masyarakat












