Example floating
Example floating
Peristiwa

Bocah 7 Tahun Tenggelam di Galian Pasir Belum Ditemukan

A. Daroini
×

Bocah 7 Tahun Tenggelam di Galian Pasir Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Bocah 7 Tahun Tenggelam di Galian Pasir Belum Ditemukan

 

Basarnas Bandung hari ini berencana menggunakan Underwater Search Device (UWSD) untuk melakukan pencarian terhadap satu orang anak tenggelam Kalandra Sejza (7) di Galian Pasir, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Pencarian terhadap anak tersebut memasuki hari ketiga.

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

Menurut Rescuer Kantor SAR Bandung Ikhwan, rencana pencarian hari ini Tim SAR Gabungan difokuskan melakukan penyapuan di sekitar lokasi kejadian menggunakan Underwater search device (UWSD). Serta dibantu penyedotan air oleh Damkar Kabupaten Bandung Barat.

“Sejak Minggu malam, Tim Rescue Kantor SAR Bandung telah mengupayakan pencarian dengan melakukan penyelaman dan juga penggunaan Underwater Search Device, ” jelas dia.

Baca Juga: Pasca Insiden Pengendara Sepeda Motor Tertemper KA Brantas di Perlintasan JPL 265 KM 172+762 Petak Jalan Kras–Ngadiluwih,PT KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Rambu Tanda Dahulukan Laju KA

Dia menyebutkan, timnya telah melakukan lima kali percobaan penggunaan Aqua eye dan ditemukan tanda X di layar yang berarti terdapat objek besar di bawah air. Tim kemudian melakukan penyelaman di titik ditemukannya X pada layar alat Aqua Eye dan penyapuan ke berbagai titik dari timur ke barat dan sebaliknya.

“Namun setelah 2 jam dilakukan penyelaman pada kedalaman 2-6 meter pada tanggal 13 dan 14 Maret korban tidak ditemukan. Selain itu juga upaya pencarian dengan melakukan penyedotan air menggunakan alkon untuk pengurangan debit air di galian pasir sehingga memudahkan tim untuk melakukan pencarian namun hingga saat ini korban belum ditemukan, ” katanya.

Baca Juga: Motif Cemburu, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Rumah Pacar Hingga Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta