“Dihadapan polisi, ketiga anak ini mengaku tidak ada niat lain hanya iseng demi untuk membuat konten TikTok,” katanya, Sabtu (5/2/2022).
Polisi masih terus melakukan pemeriksaan dengan pendampingan orang tua dan juga Kepala desa yang bersangkutan.
“Untuk korban sendiri, hingga saat ini polisi belum menerima laporan. Orang tua diimbau mengawasi anak-anak saat bermain, terutama bermain handphone dan media sosial, jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.
Sayangnya, pihak HK sebagai pengelolah tol terkesan bungkam dan tidak hadir diduga sengaja, karena sebelumnya diketahui telah mengganti rugi korban. Sehingga menggangap semuanya sudah clear.