Example floating
Example floating
inspirasi

Banyak Peluang Usaha dan Model Bisnis Baru, Dibalik Krisis Ekonomi Berkepanjangan di Indonesia

Alfi Fida
×

Banyak Peluang Usaha dan Model Bisnis Baru, Dibalik Krisis Ekonomi Berkepanjangan di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Memo
Krisis ekoniomi akibat pandemi Covid 19, memunculkan banyak peluang bisnis baru. Peluang tersebut menyusul kondisi resesi dunia, sehingga memunculkan kondisi baru , dimana semua manusia harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Satu diantara peluang bisnis tersebut adalah dunia digital marketing.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, ,menygatakan bahw ataun depan, Indonesia masih tertutup kabut. Kondisi perekonomian belum bisa pulih. Bahkan, banyak prediksi menyebutkan, Indonesia akan pulih hingga tiga tahun ke depan. “Tiap resesi sebenarnya juga membawa keuntungan buat kita kalau kita bisa memanfaatkannya,” kata dia.

Baca Juga: Dansatgas TMMD ke-127 Sekaligus Dandim 0809/Kediri Tinjau Langsung Sasaran Pembangunan di Desa Gadungan

Belajar dari beberapa krisis yang pernah terjadi di Indonesia, Andy memperkirakan kondisi perekonomian baru akan pulih setelah 3 tahun dari masa resesi ekonomi. Meski begitu resesi yang terjadi saat ini harus bisa dimanfaatkan. Sebab resesi ekonomi tidak hanya membawa kerugian.

Menurut Andy NUgroho, krisis ekonomi ini membuka lapangan kerja baru yang sebelumnya hanya belum pernah ada sebelumnya. Semisal jasa pembuatan caption di sosial media atau platform digital untuk produk. Jasa digital marketing, dan jasa lainnya yang terkait dengan dunia digital online. ” Tepatnjya digitalisasi dari semua peluang usaha,” katanya

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Selain itu jasa pembuatan website juga dan digital marketing tengah banyak dicari saat ini. Berpindahnya ragam bisnis ke sistem digital membuka peluang untuk memunculkan pekerjaan yang lain. “Jadi manfaatkan resesi dengan cara seperti itu,” kata dia.

Bagi pelaku bisnis Andy menyarankan untuk mulai beradaptasi dengan kondisi. Bila sebelumnya penjual makanan misalnya hanya menunggu datangnya pelanggan, maka saat ini produk yang dijual harus mendatangi pelanggan.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

“Kita datangi mereka (pembeli) ke tangan mereka lewat sosial media, lewat HP dengan digital marketing atau menjual lewat market place,” kata dia. ( fida )