Dirinya pun menuturkan, saat ini para nelayan dapat dengan mudah memenuhi perbekalan melaut. Hal ini terjadi karena adanya pinjaman modal dari Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).
“Sekarang permodalan alhamdulillah untuk perbekalan. Jadi kalo melaut gak bingung-bingung lagi soal perbekalan. Bekal untuk berangkat melaut seminggu Rp 25 juta. Kalau ada yang mau pinjem seminggu Rp 20 juta ya dikasih,” jelas dia.
Pinjaman modal yang diterima koperasi disalurkan kembali kepada para nelayan. Nelayan membeli berbagai barang untuk bekal melaut dengan cara utang, kemudian pembayarannya dicicil dengan hasil tangkapan yang didapatkan.
“Terutama untuk beli jaring yang harganya mahal dan selalu dibutuhkan,” ucap Suwendi.
“Ingin top up (menambah pinjaman) ke LPMUKP sehingga bisa membeli cadangan jaring untuk stock, sehingga ketika harga jaring naik, koperasi bisa menjual dengan harga standar (harga stabil),” sambungnya.
Menurutnya, proses peminjaman kepada LPMUKP ini sangat mudah sehingga banyak nelayan yang telah merasakan manfaatnya.
“Harapannya kalo ke depan bisa ambil kredit lagi, Waserda mau saya besarin. Kalo orang butuh, kita bisa melayani,” tandasnya.












