Blitar, Memo
Puluhan masyarakat Dusun Rejosari Desa Gandusari penerima bantuan kemanusiaan ngamuk. Hal ini dipicu kabar, pasangan Pilkada nomor urut 1 Rijanto-Beky yang memberikan bantuan berupa beras dan sembako dilaporkan Bawaslu.
Pasalnya, bantuan beras murni bantuan kemanusiaan atas bencana puting beliung yang menimpa sebagian warga Kecamatan Gandusari beberapa hari lalu.
Kekecewaan dan kemarahan warga penerima bantuan disampaikan Aji Muhidin, salah satu tokoh masyarakat setempat.
“Warga kami yang tertimpa musibah sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat. Apalagi berupa beras. Contohnya, kami setiap hari harus memasakan seratus hingga dua ratus orang yang bekerja bakti. Kondisi darurat seperti ini, siapa lagi kalau tidak menerima bantuan. Siapa yang mempermasalahkan bantuan tersebut, suruh datang kesini. Akan berhadapan dengan ratusan warga,” tegas Aji.
“Lebih baik yang melaporkan suruh datang kesini, ikut kerja bakti 4 hari 4 malam bersama warga,” sambungnya.
Aji menjelaskan, bantuan yang dilakukan Kaji Beky dan Rijanto tidak ada kepentingan mereka mau mencalonkan bupati. Dalam pemberian bantuan tersebut, tidak ada logo pasangan calon atau nomor urut. Pasangan Rizky datang ke lokasi juga menggunakan mobil pribadi tanpa embel-embel Pilkada.
Sedangkan truk yang mengangkut beras bantuan juga tidak ada banner atau logo pasangan calon. “Masyarakat situasi susah akibat dampak bencana jangan dimasalahkan. Nanti lawannya masyarakat sendiri. Pak Beky memberi bantuan tidak ada embel-embel minta dukungan. Ini lho bungkus berasnya polos tanpa logo,” tandasnya berang, disela-sela kerja bakti di rumah korban.
Hal senada disampaikan Agus tokoh pemuda setempat. Masyarakat yang tertimpa bencana sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan. Dibanyak daerah lain, masyarakat yang kena bencana alam para politisi ramai-ramai mencari simpati masyarakat. Karena kedatangan Rizky, murni bantuan meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.
“Masyarakat yang dibutuhkan uluran tangan. Calon pemimpin yang tanggab dan peka kepada warganya. Kslau ada pasangan calon membantu warga dilaporkan. Sebaiknya calon yang melaporkan datang juga kesini, turut memberikan bantuan pula. Gak membantu malah melaporkan, lawanya masyarakat itu sendiri.” Jelas Agus.
Bahkan salah satu penerima bantuan mewakili emak-emak, Nunik salah satu tetangga korban, merasa senang menerima bantuan berupa beras. “Masyarakat pedesaan begitu ada bencana dan ada yang membantu, kami mewakili emak-emak mengucapkan terimakasih. Semoga para dermawan yang peduli masyarakat desa, diberi kesehatan dan panjang umur,” ungkap Nunik tanpa menyebut nama penyumbang.
Perlu diketahui, Kamis sore, terjadi puting beliung, yang memporak-porandakan wilayah Kecamatan Gandusari sekitarnya. Banyak pohon tumbang dan rumah ambruk. Sehingga rumah Supangat tertimpa pohon. Istrinya Kasih mengalami patah kaki saat koban meliat baju.
Mendengar adanya musibah tersebut, pasangan Rizky bergegas membantu sedikitnya 10 ton beras kepada warga yang terkena bencana. Karena sekarang lagi jadwal kampanye, bantuan beras dianggap money politik. Sehingga Tim Rindu melaporkan ke Bawaslu. Dampak pelaporan tersebut, masyarakat anti pati kepada calon pemimpin yang tidak perduli kepada masyarakat yang kena musibah.












