MEMO – Banjir yang melanda enam kabupaten/kota di Provinsi Lampung pada Jumat (17/1/2025) akibat hujan deras kini telah dinyatakan surut. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Selatan, Pesisir Barat, dan Kota Bandar Lampung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, menjelaskan bahwa banjir di Bandar Lampung tidak berlangsung lama karena merupakan banjir kiriman dari hulu sungai. “Curah hujan tinggi di daerah hulu menyebabkan sungai meluap hingga air melimpas ke pemukiman warga dan sejumlah jalan, termasuk jalan Trans-Sumatera,” ungkap Deden kepada Pro 3 RRI.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Saat kejadian, warga yang terjebak banjir segera menghubungi Tim SAR untuk meminta bantuan evakuasi. “Kami langsung mengerahkan lima tim ke Kecamatan Teluk Betung dan Kecamatan Panjang untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak,” ujar Deden, Sabtu (18/1/2025) malam.
Selain bantuan dari Tim SAR, banyak warga yang juga melakukan evakuasi mandiri. “Pada pukul 02.00 WIB dini hari, ketinggian air mulai surut, dan sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing,” tambahnya.
Namun, hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut pada pagi hari, disertai angin kencang. Tim SAR pun bersiaga di beberapa titik rawan banjir untuk mengantisipasi jika terjadi kondisi darurat. “Kami masih terus memantau situasi hingga malam ini untuk memastikan keselamatan warga,” jelas Deden.
Di tengah penanganan banjir, ditemukan satu korban jiwa yang sebelumnya dilaporkan hilang. “Seorang warga bernama Bakthira, berusia 60 tahun, dilaporkan terpeleset saat memperbaiki genteng rumahnya dan terbawa arus deras. Korban ditemukan pagi tadi dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Deden. Almarhum diketahui merupakan warga Jalan KH. A. Dahlan, Gg. Maulana Yusuf, Kota Bandar Lampung.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Deden juga mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya banjir susulan dan arus yang kuat. “Kami meminta warga untuk mengikuti arahan dari otoritas setempat guna menjaga keselamatan bersama,” tutupnya.












