Example floating
Example floating
Home

Banjir Bandang Terjang Bima! 5 Korban Masih Hilang, Warga Terisolasi

Avatar
×

Banjir Bandang Terjang Bima! 5 Korban Masih Hilang, Warga Terisolasi

Sebarkan artikel ini

MEMO – Banjir bandang dahsyat menerjang Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan menyebabkan delapan orang hilang. Hingga saat ini, tim penyelamat baru berhasil menemukan tiga korban, sementara lima orang lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Isyrah, mengungkapkan bahwa bencana ini berdampak parah pada dua wilayah, yakni Kecamatan Ambalawi dan Kecamatan Wera.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

“Terdapat tujuh jembatan yang rusak akibat banjir, termasuk dua jembatan utama yang menghubungkan Kecamatan Wera dengan Kota Bima. Akibatnya, akses warga menjadi terputus dan mereka terisolasi,” jelas Isyrah kepada Pro 3 RRI, Selasa (4/2/2025) malam.

Tak hanya infrastruktur yang rusak, banjir juga merendam sekitar 750 hektar lahan pertanian di 14 desa yang berada di Kecamatan Wera. Situasi semakin sulit setelah hujan deras kembali turun, menyebabkan banjir susulan yang merusak akses jalan yang baru saja diperbaiki.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

“Kami terpaksa menghentikan pencarian korban pada pukul 15.00 WITA karena kondisi cuaca buruk dan banjir susulan yang membuat akses semakin sulit,” tambahnya.

Saat ini, kendaraan roda empat tidak bisa melintas akibat jalan yang rusak parah, sementara kendaraan roda dua masih bisa digunakan untuk mendistribusikan bantuan ke warga terdampak. Posko bantuan yang berada 300 meter dari lokasi warga kini menjadi titik utama penyaluran logistik.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

“Awalnya, satu dusun mengungsi saat malam pertama banjir bandang, tetapi sekarang hanya warga yang rumahnya hanyut terbawa arus yang masih mengungsi. Ada lima rumah yang hilang, dengan tiga kepala keluarga kini tinggal di rumah kerabat mereka,” lanjutnya.

Melihat dampak yang masih meluas, Pemerintah Kabupaten Bima memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat selama dua pekan. Status ini kini berlaku mulai 4 hingga 17 Februari 2025.

“Kami menambah masa tanggap darurat untuk memastikan semua korban ditemukan dan kerusakan akibat bencana dapat didata dengan baik,” ujar Isyrah.

Selama masa tanggap darurat, pihak terkait akan melakukan koordinasi untuk menentukan langkah-langkah pemulihan yang akan dilakukan ke depannya.

Sampai saat ini, tim pencari masih berusaha menemukan lima korban yang terbawa arus banjir bandang pada Minggu (2/2/2025). Selain itu, petugas juga bekerja keras membenahi berbagai infrastruktur yang rusak akibat bencana.

“Fokus utama kami saat ini adalah menemukan korban yang masih hilang serta memperbaiki berbagai fasilitas yang terdampak,” pungkas Isyrah.