Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) bersama dengan Badan Keamanan Siber Nasional telah mengonfirmasi bahwa serangan siber ini memang berdampak pada sistem komputer tertentu di bandara. Mereka pun bergerak cepat dengan meluncurkan investigasi mendalam untuk mengukur sejauh mana dampak dari insiden tersebut.
Direktur pelaksana MAHB, Mohd Izani Ghani, menyatakan bahwa pihaknya tengah bekerja sama erat dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan operasional bandara dapat kembali berjalan lancar. Tim teknis dan operasional terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Anwar menegaskan bahwa pemerintah Malaysia akan terus berupaya keras untuk melindungi infrastruktur penting negara dan tidak akan menyerah pada ancaman serangan siber. Sementara itu, MAHB memastikan bahwa layanan penerbangan tetap berjalan seperti biasa, dengan penerapan langkah-langkah darurat untuk meminimalisir dampak dari serangan tersebut.
Pemerintah Malaysia berkomitmen penuh untuk meningkatkan pertahanan siber negara dan memastikan bahwa kepercayaan publik terhadap keamanan bandara tetap terjaga. Proses penyelesaian kasus ini masih berlangsung, dan hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam menghadapi ancaman serangan siber di masa depan.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik












