Example floating
Example floating
UMKM

Dari Baker Biasa Jadi Pengusaha Cokelat Artisan! Kisah 5 Tahun Cokelat Candu Menguasai Pasar

Avatar
×

Dari Baker Biasa Jadi Pengusaha Cokelat Artisan! Kisah 5 Tahun Cokelat Candu Menguasai Pasar

Sebarkan artikel ini

MEMO – Cokelat Candu kini menjadi salah satu pelopor cokelat artisan di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Dalam kurun waktu lima tahun, brand ini telah berkembang pesat dengan menghadirkan produk cokelat premium berbahan dasar kakao lokal berkualitas tinggi.

Merinda Harris, sang pemilik, berbagi perjalanan bisnisnya yang dimulai dari kecintaannya terhadap dunia baking hingga akhirnya mendalami seni pembuatan cokelat artisan.

Baca Juga: Peran Perempuan dan UMKM Jadi Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Menteri UMKM Ungkap Strategi

“Sebelum mendirikan Cokelat Candu, saya adalah seorang baker. Tapi semakin mendalami dunia kuliner, saya mulai tertarik dengan cokelat dan proses pembuatannya,” ujar Merinda dalam wawancara pada Sabtu (15/02/2025)

Sejak kecil, Merinda sudah memiliki kecintaan terhadap cokelat. Namun, ia baru benar-benar memahami proses pembuatan cokelat dari biji kakao setelah sering melihat buah kakao di sekitar Bangka.

Baca Juga:   Hasil Sidak Mendadak Tinjau Pasar Larangan Khofifah Temukan Harga Komoditas Bahan Pokok Di Atas HET Dan Minta Satgas Pangan Segera Bertindak

“Ternyata buah ini adalah bahan baku utama cokelat! Dari situ, saya mulai mempelajari lebih dalam bagaimana mengolahnya menjadi cokelat berkualitas,” kenangnya.

Dengan dorongan rasa ingin tahu yang besar, ia akhirnya serius menekuni bisnis cokelat artisan

Baca Juga: Tindak Tegas Pedagang Nakal Sidak Jelang Ramadhan Satgas Pangan Polres Mojokerto Temukan Beras Dijual di Atas HET

Merintis bisnis cokelat premium di Indonesia bukan hal yang mudah. Salah satu tantangan utama yang dihadapi Cokelat Candu adalah edukasi pasar mengenai perbedaan cokelat artisan dengan cokelat biasa.

“Dua tahun pertama, saya lebih banyak menggunakan media sosial untuk mengedukasi konsumen. Orang harus tahu bahwa cokelat berkualitas itu berbeda dengan cokelat komersial biasa,” kata Merinda.

Usahanya berbuah manis. Kini, Cokelat Candu berhasil menarik perhatian pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia

Cokelat Candu menggunakan biji kakao lokal dari Bangka Belitung yang dipadukan dengan gula aren alami. Produk ini mengusung konsep less sugar, sehingga lebih sehat dibandingkan cokelat pada umumnya.

Kadar kakao dalam produknya bervariasi dari 50% hingga 100%, menghadirkan sensasi rasa asli kakao tanpa tambahan gula berlebih.

“Kami ingin menawarkan cokelat yang lebih sehat dengan bahan alami berkualitas tinggi,” jelasnya.

Kini, Cokelat Candu semakin dikenal dan memiliki pelanggan setia di berbagai wilayah Indonesia. Dengan terus berinovasi dan memperkenalkan cokelat artisan berkualitas, Merinda berkomitmen untuk membawa produk lokal ke level yang lebih tinggi.

“Misi kami adalah menghadirkan cokelat berkualitas tinggi dengan cita rasa autentik, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih cokelat sehat,” tutupnya.