Example floating
Example floating
Metropolis

BACK TO FITTRI

A. Daroini
×

BACK TO FITTRI

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Penulis adalah Dosen UNISKA dan Ketua Yayasan Al Mujahidin, Maesan Mojo Kediri “Nur Hafidz”

Baca Juga: Cek Fakta Ramai Soal THR ASN Tahun 2026 Cair Awal Ramadhan Begini Kata Pemkab Lumajang Untuk Berikan Kepastian Bagi Pegawai

Kediri, Memo

Ramadlan hampir usai, perburunan bonus Ramadlan berupa malam laitlatul qadar pun hampir finish. Kita semua ikut berburu atau tidak, kita sendiri yang tahu. Lantas kita dapat menjumpainya lalu menangkapnya atau malah melepaskannya, kita juga tidak tahu. Karena Bonus Ramadlan ini berbeda dengan bonus duniawi dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan perusahaan, bahkan para karyawan bisa melakukan demo menuntut pemberian THR kepada pengusaha yang slintutan. Lailatul Qadar tidak dapat di demo, karena Allah Maha Adil dan Bijaksana berbeda dengan manusia.

Baca Juga: Dukung Kreativitas Reses di Dinoyo Sekolahan DPRD Surabaya Sosialisasikan Program Intervensi Gen Z Rp5 Juta Per RW Tahun 2026

Demo menuntut Malam yang lebih baik dari seribu bulan (seperti yang disampaikan oleh alloh dalam Alquran Surat Al Qodr, Lailatul Qodri Hoirun min alfi syahr) hanya dapat dilakukan dengan cara beribadah semaksimal mungkin, bukan hanya nyegati di malam-malam tertentu saja, karena kapan Lailatul Qadar turun hanya Allah yang tahu.

Puasa pada masing-masing umat bentuknya sama, tujuan sama. Haus dan laparnya sama. Tapi jangan lupa kualitas puasanya, sikap jiwa ketika puasa itu dilakukan, mungkin berbeda. Padahal jangan lupa yang paling dipentingkan adalah kualitas puasa, bukan haus dan laparnya.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Pada cerita perang saudara antara Pajang dan Jipang kala itu. Sunan Kudus memberikan wejangan kepada Arya penangsang yang intinya , jika Arya penangsang ingin memang melawan Jaka Tingkir, Ia harus berani melakukan amalan bathin yang berat bertapa tanpa makan dan minum selama empat puluh hari empatpuluh malam.

Arya penangsang kala itu menyanggupi dan meninggalkan Kadipaten Jipang menuju sebuah tempat yang sepi. Disitulah Ia akan menmpa diri lahir bathin, dengan pikiran yang focus pada upaya untuk merebut kembali hak yang telah dirampas oleh Jaka Tingkir.

Setelah genap empatpuluh hari Dia berhasil melakukan tapa brata seperti yang telah diwejangkan oleh Sunan Kudus. Maka Dia pun dengan merasa gembira dan keyakinan tinggi pulang. Pesta besar diadakan untuk menyambut keberhasilannya, Seperti layaknya pesta aneka hidangan makanan dan minuman pun disediakan, termasuk minuman keras. Dalam pesta pora mereka lupa diri, minuman keras diminum sedikit demi sedikit dan akhirnya undanganpun menjadi sempoyongan, Arya Penangsang sendiri sudah mengalami mabuk berat dan terkapar dilantai.

Sang Guru, Sunan Kudus mengetahui hal itu, tapi sudah terlambat karena pada pesta tersebut sang Guru memang sengaja tak diundang. Karena sudah pasti kalau diundang beliau akan tidak mengijinkan pesta seperti itu berlangsung.

The post BACK TO FITTRI appeared first on Memo Kediri |.