Denngan langkah itu, Khairul mengatakan, pemerintah pusat tampaknya memutuskan l cara cepat untuk mengendalikan orang-orang dalam pencarian kasus. Langkah yang diambil pemerintah lebih, berdampak psikologis publik untuk mematuhi serta harus diperiksa.
Sementara itu, pada sisi yang berbeda, jelas pengamat militer dari ISESS itu , terdapat pertanyaan tentang tugas & kapasitas Babbinsa serta Babinkamtipmas dalam program tersebut. Dua institusi yang ada di desa desa tersebut, belum mempunyai kompetensi untuk melacak dan menelisik, karena kompetensi itu dipunyai oleh petugas paramedis.
“Saya kuatir, harapan besar dalam keterlibatan tidak bekerja secara efektif. Bukan berarti, upaya yang dilakukan Babinsa dan Babinkamtipmas ini tidak efektis. Sebab, selama ini petugas tenaga kesehatan yang ada di semua Puskesmas, selama ini memiliki kompetensi, namun belum diberdayakan hingga maksimal,












