Penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa aroma masakan dapat berkontribusi signifikan terhadap polusi udara. Menurut studi yang dipublikasikan di Atmospheric Chemistry & Physics, aroma masakan menyumbang hampir seperempat dari Volatile Organic Compounds (VOC), yang berperan sebagai polutan udara di daerah perkotaan. Penemuan ini menyoroti pentingnya memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas memasak sehari-hari.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Penelitian Ungkap Kontribusi Besar Aroma Masakan Terhadap Polusi Udara
Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat mengungkap bahwa aroma masakan ternyata bisa menjadi sumber polusi udara. Mengapa demikian? Menurut studi yang dipublikasikan di Atmospheric Chemistry & Physics, aroma masakan dapat menyumbang hampir seperempat dari Volatile Organic Compounds (VOC) atau senyawa organik yang mudah menguap yang berperan sebagai polutan udara.
Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa dampak aroma masakan terhadap kualitas udara sangat signifikan, terutama di daerah perkotaan.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
“Kami menemukan bahwa proses memasak terutama menghasilkan VOC teroksigenasi, atau senyawa organik yang mudah menguap,” kata Matt Coggon, seorang ahli kimia penelitian di CSL dan penulis utama studi ini, seperti yang dikutip dari laman NOAA.
“Senayawa-senyawa ini sangat reaktif di udara, sehingga kami memperkirakan bahwa mereka memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas udara,” tambahnya.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Penemuan ini mengejutkan, mengingat sebelumnya Inventarisasi Emisi Nasional AS (NEI) memperkirakan bahwa aroma masakan hanya menyumbang sekitar 1 persen terhadap polusi udara.
Namun, ternyata aroma masakan yang mengandung senyawa organik mudah menguap atau VOC sangat penting bagi kualitas udara karena dapat menyebabkan produksi polusi ozon di permukaan tanah dan materi partikulat (PM2.5).
Senyawa Organik Mudah Menguap dari Masakan dan Dampaknya pada Kualitas Udara
Menurut para peneliti, hal ini disebabkan oleh komponen utama dari aroma masakan yang biasanya muncul dari penguraian termal minyak dan lemak yang dihasilkan dari proses memanggang, menumis, membakar, atau teknik memasak lainnya.
Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan sebagai bagian dari kampanye lapangan SUNVEx CSL 2021 bersama universitas dari CIRES ini dilakukan di wilayah Las Vegas, yang terkenal dengan kepadatan kasino, hotel, bar, dan restoran.
Hasilnya, Coggon dan timnya menemukan bahwa 50 persen emisi senyawa organik mudah menguap yang disebabkan oleh manusia berasal dari produk kimia yang mudah menguap, 21 persen berasal dari aktivitas memasak, dan sisanya berasal dari emisi lalu lintas kendaraan.
Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa aroma masakan dan aktivitas memasak menyumbang jumlah polutan udara yang cukup besar.
Namun, mengenai seberapa besar ozon atau PM2.5 yang dihasilkan dari aroma masakan ini, para peneliti menyatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap guna membantu pemerintah menyelesaikan masalah polutan ini.
“Sangat penting untuk memiliki gambaran yang lengkap mengenai emisi dan sumbernya untuk membantu pembuat kebijakan memahami efektivitas keputusan mereka,” kata Coggon.
Dampak Signifikan Aroma Masakan terhadap Kualitas Udara Perkotaan
Penelitian yang dipublikasikan di Atmospheric Chemistry & Physics menunjukkan bahwa aroma masakan menyumbang hampir seperempat dari Volatile Organic Compounds (VOC), yang merupakan polutan udara penting. Temuan ini mengejutkan karena sebelumnya hanya diperkirakan bahwa aroma masakan menyumbang sekitar 1 persen dari polusi udara, namun ternyata kontribusinya jauh lebih besar, terutama di daerah perkotaan.












