Sementara itu Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad sekaligus sebagai pimpinan apel dalam amanatnya menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada NKRI.
“Untuk menangkal apa yang menjadi ancaman serta mengulingkan pemerintahan yang syah. Suatu kebangaan apabila elemen masyarakat yang peduli kepada NKRI ini murni tulus dari bawah masy, saat ini Indonesia dalam situasi krusial, adanya kelompok yang ingin memecah belah keutuhan NKRI hal itulah yang menjadi tangung jawab kita bersama sebagai Garda NKRI.
Kita telah dititipkan dan di beri amanah itu menjaganya. jangan sampai negara kita hanya jadi Sejarah yang ada di buku. Negara kita sudah berusia 72 tahun, namun situasi semakin kurang kondusif karena banyak kelompok yang berusaha untuk merusaknya. Negara kita yang terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras dan Golongan, oleh karena itu sangat rawan dan rentan terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam,”kata Fadly Samad Dalam sambutannya.
Di sisi lain kapolres juga berharap kegiatan tersebut bisa meresap kedalam sanubari para peserta jangan hanya setelah dikrarkan selesai begitu saja tidak melaksanakan apa yang telah di ikrarkan.
” Kami berharap kegiatan ini meresap ke dalam sanubari. Jangan setelah ini selesai, di sini juga selesai, tidak melaksanakan apa yang telah di ikrarkan. Siaga itu tidak hanya ancaman saja namun juga siaga lainnya termasuk bencana dan lain-lain,” pungkas perwira yang berpangkat dua melati dipundaknya itu.
Acara selesai diakhiri dengan, penandatanganan pernyataan sikap Garda NKRI dan Ketua Forum Komunikasi Pencak Silat Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Sekitar pukul 09.00 WIB, usai acara memimpin Apel Akbar Garda NKRI dan Deklarasi Pendekar Siaga rombongan Kapolres meninggalkan tempat melanjutkan Tasyakuran dalam rangka HUT Bhayangkara ke 71 di Makoramil Soko untuk kebersamaan Tiga Pilar Plus Kecamatan Soko.(mus)












