Sukabumi, Memmo
Sebuah tragedi kemanusiaan yang mendalam kembali menjadi sorotan publik. Raya, seorang balita berusia tiga tahun dari Kampung Padang Enyang, Sukabumi, meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang dipenuhi cacing, sebuah kisah yang mengungkap kompleksitas masalah sosial di balik berita duka. Kematian Raya bukan sekadar akibat penyakit, melainkan cerminan dari kondisi keluarganya yang sangat rentan: kedua orang tuanya menderita gangguan mental, sementara sang ayah juga mengidap TBC.
Kepala Desa Cianoga, Sukabumi, Wardi Sutandi, yang juga masih kerabat korban, menjelaskan realitas pilu yang mereka hadapi. “Kedua orang tuanya kurang, cacat mental. Daya asuhnya kurang,” ujarnya. Kondisi ini membuat balita Raya dan kakaknya tidak mendapatkan pengasuhan yang layak.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Sang balita bahkan kerap bermain di bawah rumah panggung mereka, di mana tanah terbuka menjadi sarang cacing. Mirisnya, karena keterbatasan ekonomi, bagian rumah seperti bilik dan kayu penyangga pun habis dibakar untuk memasak, hingga suatu malam Raya pernah terjatuh ke bawah saat sedang tidur.
“Bahkan sempat anak yang meninggal tadi lagi tidur malam hilang. Mencemplung ke bawah karena telupuh-telupuhnya habis dibakar dipakai masak,” kata Kepala Desa.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan












