Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Angin Segar di Kota Tahu, Mbak Vinanda Serahkan Bantuan RTLH, Wujudkan Rumah Layak Huni

A. Daroini
×

Angin Segar di Kota Tahu, Mbak Vinanda Serahkan Bantuan RTLH, Wujudkan Rumah Layak Huni

Sebarkan artikel ini
Angin Segar di Kota Tahu, Mbak Vinanda Serahkan Bantuan RTLH, Wujudkan Rumah Layak Huni

Surabaya, Memo – Senyum sumringah terpancar dari wajah para penerima bantuan sosial rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Kediri. Pada Selasa, 10 Juni 2025, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati yang akrab disapa Mbak Vinanda, secara langsung menyerahkan bantuan krusial ini, membawa angin segar bagi ratusan keluarga untuk memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman dan layak.

“Tadi kami juga meninjau rumah penerima bantuan yang akan diperbaiki. Terdapat tiga rumah yang dikunjungi, yakni dua rumah di Kelurahan Tosaren dan satu rumah di Kelurahan Semampir, serta memberikan bingkisan berupa sembako pada penerima bantuan RTLH,” tutur Mbak Vinanda.

Baca Juga: Suap Perangkat Desa Kediri, 25 Kades dan 22 Camat Dikonfrontir, Beri Keterangan Palsu Terancam Pidana

Kunjungan langsung ini menunjukkan komitmen sang Wali Kota untuk melihat langsung kondisi riil rumah-rumah yang akan direnovasi.

Mbak Vinanda menjelaskan bahwa bantuan sosial rehabilitasi RTLH ini berupa uang tunai sebesar Rp 20 juta bagi setiap penerima, yang dialokasikan khusus untuk merenovasi rumah mereka. Di tahun 2025 ini, total 161 rumah di Kota Kediri akan merasakan manfaat dari program ini.

Baca Juga: Camat Ngaku Terdesak Kepala Desa Sodorkan Kresek Hitam, Terima Uang Karena Wanita

Harapan besar menyertai penyaluran bantuan ini, yaitu agar masyarakat dapat segera menikmati tempat tinggal yang nyaman dan layak huni, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

“Upaya ini tujuannya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tadi kita lihat bersama bahwa rumahnya ada yang tidak memiliki atap sehingga saat hujan rumahnya banjir, dan ada yang tidak punya kamar mandi dan lantainya masih tanah. Jadi memang bantuan ini diharapkan dapat membuat rumah-rumah ini nyaman dan layak huni,” kata Mbak Vinanda.

Baca Juga: Tragedi Ledakan Petasan Rakitan Di Ponorogo Merenggut Nyawa Seorang Pelajar Muda

Kondisi rumah yang ia saksikan langsung, seperti tanpa atap yang menyebabkan banjir saat hujan, hingga lantai tanah dan ketiadaan kamar mandi, menjadi alasan kuat di balik program mulia ini.

Pengawasan Ketat dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Mbak Vinanda juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap proses penyaluran bantuan sosial ini diawasi secara ketat. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa dana bantuan benar-benar digunakan untuk memperbaiki rumah dan tidak ada potensi penyimpangan.

Dari 161 rumah yang akan dibangun, sekitar 100 rumah dijadwalkan akan mulai diproses pembangunannya dalam minggu ini.

“Saya berpesan kepada Bapak Lurah, Camat, dan Perkim agar proses ini diawasi. Jangan sampai ada potongan. Karena tujuannya ini agar masyarakat kualitas hidupnya meningkat,” tegasnya, menyoroti pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap tahapan program.

Hery Purnomo, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Kediri, menambahkan detail teknis pelaksanaan program. Ia menjelaskan bahwa bantuan berupa uang untuk renovasi akan direalisasikan pada minggu ini dan akan didampingi oleh tenaga pendamping RTLH yang tersebar di setiap kelurahan.

Lebih menarik lagi, tenaga yang akan merenovasi rumah-rumah ini akan diambil dari lingkungan sekitar, dan pembelian material juga akan dilakukan di sekitar Kota Kediri.

“Kami harap dengan langkah ini perputaran ekonomi tetap terjadi di Kota Kediri. Untuk item yang diperbaiki sesuai ketentuan ada atap, lantai, dan dinding,” kata Hery.

Strategi ini tidak hanya memastikan rumah-rumah diperbaiki, tetapi juga secara langsung memberdayakan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

Dari 161 penerima bantuan, Hery merinci bahwa jumlah terbanyak berada di Kecamatan Pesantren, yakni 73 penerima, dengan 23 di antaranya berlokasi di Kelurahan Tempurejo. Data ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan kawasan kumuh di Kota Kediri.

“Dipastikan tidak ada potongan apapun seperti yang disampaikan Mbak Wali tadi kami akan turun memastikan semuanya,” janji Hery, kembali menegaskan komitmen nol-potongan.

Mengenai target penyelesaian pembangunan, Hery menambahkan bahwa data setiap penerima akan didata kembali secara satu per satu. Ia menyoroti adanya pertimbangan budaya Jawa, di mana pembangunan tidak dilakukan pada bulan Suro. “Maka kalau waktunya mundur ya tidak kami transfer dulu,” ucapnya, menunjukkan fleksibilitas namun tetap berpegang pada target.

Salah satu penerima bantuan yang beruntung adalah Sri Ani, warga Kelurahan Tosaren berusia 73 tahun, yang sehari-hari tinggal bersama cucunya. Ia mengaku sangat bersyukur rumahnya akan direnovasi. Bagian rumah yang akan diperbaiki adalah atap, peninggian lantai, serta penggantian jendela yang kayunya sudah lapuk. “Alhamdulillah senang sekali rumah saya akan direnovasi. Terima kasih Mbak Wali,” ucap Sri Ani dengan mata berkaca-kaca.

Selain rumah Sri Ani, Mbak Vinanda juga mengunjungi rumah Widodo di Kelurahan Tosaren, di mana bagian atap, dinding, dan penambahan pintu akan diperbaiki.

Di Kelurahan Semampir, kunjungan dilakukan ke rumah Siti Alpin yang tinggal sendiri, dengan perbaikan fokus pada atap dan peninggian.

Kunjungan lapangan ini turut didampingi oleh Camat Pesantren Widiantoro, Camat Kota Bagus Hermawan, Lurah Tosaren Joko Prayitno, Lurah Semampir Rizky Yudadiantika, pendamping RTLH, dan pihak terkait lainnya, menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini. ( Ham )