Example floating
Example floating
NGANJUK

Angin Pentil Muser Porak Porandakan 4 Desa Di Dua Kecamatan, Dinas Perkim Gerak Cepat Lakukan Assessment

Mulyadi Memo
×

Angin Pentil Muser Porak Porandakan 4 Desa Di Dua Kecamatan, Dinas Perkim Gerak Cepat Lakukan Assessment

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Bencana puting beliung kembali terjadi di sebagian wilayah di Kabupaten Nganjuk pada Minggu siang ( 2/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Datangnya angin kencang tersebut disertai hujan deras dengan durasi hampir 25 menit. Data sementara
ada dua kecamatan secara bersamaan diterjang angin muser yaitu Kecamatan Sukomoro dan Kecamatan Tanjunganom.

Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik

 

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk

” Untuk kecamatan Sukomoro ada satu desa yaitu Desa Sumengko. Sedangkan untuk Kecamatan Tanjunganom ada tiga desa. Yaitu Sidoharjo, Klurahan Warujayeng dan Desa Sonobekel,” terang Mashudi Nurul Huda Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Nganjuk saat melakukan assessment di Desa Sidoharjo hari ini ( Senin, 3/11/2025).

Dari empat desa di dua kecamatan tersebut masih kata Huda yang paling terparah ada di Desa Sidoharjo Kecamatan Tanjunganom.

Baca Juga: SDP Ngudo Roso , 2026 Tahun Tantangan Untuk Desa

Terjangan puting beliung mengakibatkan puluhan pohon besar tepi jalan tumbang ke jalan. Dan ada satu pohon mangga juga roboh di atas teras kantor Kelurahan Warujayeng.

Selain tumbangnya puluhan pohon, juga tercatat ada puluhan rumah penduduk mengalami rusak ringan sampai berat. Termasuk warung kaki lima dan sejumlah tiang milik PT Telkom ikut roboh ke jalan.

Dari keterangan Sekertaris Desa Sidoharjo, Maulana Muhklisin dari 10 dukuhan di Desa Sidoharjo, ada 4 dukuhan yang diterjang angin puting beliung. Yaitu Dusun Mukuh, Jajar, Patran dan Dusun Oro Oro Ombo.

 

” Dari empat lokasi kejadian tersebut kondisi terparah ada di dusun mukuh. Ada satu rumah roboh rata dengan tanah,” jelas Maulana Muhklisin saat ditemui di ruang kerjanya hari ini ( Senin ,3/11/2025).

Saat ditanya jumlah keseluruhan rumah warga dan pohon tumbang yang mengalami rusak ringan sedang dan berat akibat disapu puting beliung belum bisa memberikan keterangan secara detail.

” Hari ini jajaran pemdes bersama BPBD masih melakukan pendataan di empat dusun. Data yang masuk baru sebatas foto dan vidio . Untuk by name para korban belum ada,” terangnya juga.

Data yang bisa diketahui masih kata Sekdes baru satu korban puting beliung yaitu bernama Mursidi warga Dusun Mukuh yang rumahnya roboh rata dengan tanah. ( Adi )