Dalam peluang yang sama, anggota Komisi IV DPR RI Hermanto dari fraksi PKS berkata, sistem manajemen keuangan maupun tata kelola koperasi di Bulog menjadi berat sebelah. Karenanya, Bulog terus berupaya meresap CBP tanpa bantuan dana talangan langsung dari pemerintah.
“Bulog itu di dalam koperasinya jadi tidak balance. Antara penugasan membeli, disuruh membeli terus, namun tidak ditugaskan untuk menyalurkan. Saya memandang jika perkara kebijakan dasar ini tidak dituntaskan, saya menebak ke depannya Bulog akan memiliki problem terus,” jelasnya.
Tidak hanya itu, bila Bulog susah menyalurkan beras ke pasar maka ancaman stok berlebih terus menjadi nyata. Dia mengkhawatirkan, keadaan itu dapat menimbulkan beras semakin turun kualitasnya serta merugikan negara.
“Jika terjadi over stock yang rugi bukan cuma Bulog, sebab itu merupakan uang negara, ya yang dirugikan negara serta rakyat, bangsa secara keseluruhan,” pungkas Hermanto. (ARM)
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik












