Menurutnya, untuk merealisasikan kondisi jalan mantap secara menyeluruh atau mencapai 100 persen, dibutuhkan anggaran hingga Rp1,2 triliun. Namun, jumlah ini dinilai sulit tercapai lantaran keterbatasan fiskal daerah.
Wahyudianto juga menekankan pentingnya perencanaan infrastruktur yang komprehensif. Ia mengingatkan agar pembangunan jalan tidak dilakukan secara parsial, melainkan harus memperhatikan konektivitas antar-ruas. “Jangan sampai hanya satu titik yang diperbaiki, sementara ruas penghubungnya justru rusak. Itu membuat hasil pembangunan menjadi tidak maksimal,” tegasnya.
Baca Juga: Arena Sabung Ayam Muncul Lagi di Trenggalek, Warga Resah: Dekat Masjid, Ramai Sampai Larut
Ia menambahkan, struktur APBD tahun depan secara garis besar tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Perubahan anggaran hanya terjadi di beberapa sektor tertentu, tanpa ada penambahan yang signifikan untuk kebutuhan infrastruktur. (Adv/Hamzah)












