Example floating
Example floating
TULUNGAGUNG

Ancaman Longsor Intai Jalur Lintas Selatan Tulungagung Akibat Kondisi Lereng Tebing Belum Stabil

A. Daroini
×

Ancaman Longsor Intai Jalur Lintas Selatan Tulungagung Akibat Kondisi Lereng Tebing Belum Stabil

Sebarkan artikel ini
Ancaman Longsor Intai Jalur Lintas Selatan Tulungagung Akibat Kondisi Lereng Tebing Belum Stabil

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi longsor yang dipicu oleh kondisi lereng yang belum stabil. Fenomena ini menjadi perhatian serius mengingat JLS merupakan urat nadi baru pariwisata dan logistik di kawasan pesisir selatan Jawa Timur.

Kekhawatiran mengenai stabilitas geologis di sepanjang koridor JLS Tulungagung muncul seiring dengan pengamatan teknis terhadap lereng-lereng hasil pemotongan bukit. Meskipun proyek pembangunan fisik jalan telah rampung dan memberikan aksesibilitas yang luar biasa bagi masyarakat, faktor alam—khususnya curah hujan—menjadi ujian berat bagi daya tahan tebing di sisi jalan tersebut.

Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung

BBPJN Jatim-Bali menekankan bahwa proses stabilisasi lereng secara alami membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Banyak titik di sepanjang jalur yang menghubungkan wilayah pantai selatan ini memiliki karakteristik tanah dan batuan yang mudah jenuh air. Saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tulungagung Selatan, beban air pada tanah meningkat, yang jika tidak didukung oleh struktur penahan yang kuat atau vegetasi yang mapan, dapat memicu pergerakan tanah atau material batu ke badan jalan.

“Kondisi lereng di sana memang belum sepenuhnya stabil. Ada potensi material turun jika dipicu oleh cuaca ekstrem. Kami terus melakukan pemantauan rutin, namun faktor alam sulit diprediksi secara instan,” ungkap sumber teknis dari pihak pengelola jalan nasional tersebut.

Baca Juga: OTT KPK di Tulungagung: Bupati Gatut Sunu Wibowo Diamankan Bersama 15 Orang, Harta Rp20 Miliar Jadi Sorotan

Selain faktor geologi, minimnya vegetasi akar kuat di lereng-lereng baru juga menjadi penyebab kerawanan. Saat pembangunan dilakukan, banyak bukit yang dipangkas secara tegak lurus atau miring (terasing), meninggalkan permukaan tanah yang terbuka tanpa perlindungan alami. Jika terjadi longsoran, dampaknya tidak hanya menutupi akses jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara yang melintas tepat di bawah tebing.

Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang telah menyiapkan skema mitigasi bencana. Hal ini mencakup penyiagaan alat berat di titik-titik strategis agar evakuasi material dapat dilakukan dengan cepat jika sewaktu-waktu terjadi hambatan akses. Selain itu, pemasangan rambu-rambu peringatan di area rawan longsor telah diperbanyak untuk memberikan panduan visual bagi wisatawan maupun pengemudi lokal.

Baca Juga: KPK Guncang Jawa Timur Amankan 16 Orang dalam Operasi Tangkap Tangan Bupati Tulungagung

Masyarakat yang berencana memanfaatkan JLS untuk berwisata ke kawasan pantai selatan Tulungagung diminta untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Sangat disarankan untuk tidak berhenti atau memarkir kendaraan tepat di bawah lereng yang terlihat curam saat cuaca mendung atau turun hujan, demi menghindari risiko fatalitas akibat runtuhan material tebing.