Example floating
Example floating
Home

Analisis Mendalam Terkait Penurunan Saham GIAA dan Faktor yang Mempengaruhi

Alfi Fida
×

Analisis Mendalam Terkait Penurunan Saham GIAA dan Faktor yang Mempengaruhi

Sebarkan artikel ini
Analisis Mendalam Terkait Penurunan Saham GIAA dan Faktor yang Mempengaruhi
Analisis Mendalam Terkait Penurunan Saham GIAA dan Faktor yang Mempengaruhi

MEMO

Volatilitas Saham Garuda Indonesia (GIAA) memunculkan sorotan akibat penurunan yang signifikan belakangan ini. Dari laporan keuangan hingga aksi korporasi, faktor-faktor yang memengaruhi saham ini menjadi pusat perhatian bagi para pemegang saham dan pengamat pasar. Apa sebenarnya yang memicu penurunan serta dampaknya bagi prospek perusahaan?

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Garuda Indonesia Sahamnya Anjlok, Penyebab Terungkap!

Saham Garuda Indonesia (GIAA) telah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Saat pasar ditutup hari ini, saham maskapai penerbangan tersebut merosot sebesar 1,41 persen pada Rabu (27/12). Penurunan terbesar tercatat pada Senin (18/12) dengan penurunan mencapai 9,88 persen.

Oktavianus Audi, Kepala Pendidikan dan Edukasi Nasabah Kiwoom Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa volatilitas saham Garuda Indonesia terjadi akibat tindakan perusahaan dalam melunasi sebagian utangnya. Ini sejalan dengan pengumuman yang telah disampaikan oleh perusahaan.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Garuda Indonesia telah melunasi sebagian obligasi dan sukuk senilai US$50 juta kepada kreditur GIAA.

“Akan ada skema tender offer menurut laporan mereka, sehingga mempengaruhi sikap pemegang saham dan meningkatkan volatilitas,” ungkapnya pada Rabu (27/12).

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Sementara itu, Hadrian Maynard Taslim, Direktur Asosiasi PT Universal Broker Indonesia Sekuritas, mengatakan bahwa performa GIAA tidak memuaskan disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, ada 3 catatan di saham ini, yakni gugatan pailit, ekuitas negatif, dan masuk ke dalam papan pemantauan khusus.

Kedua, saham menjadi tidak stabil karena laporan keuangan GIAA per 30 September 2023 masih menunjukkan kerugian sebesar Rp1,12 triliun.

“Ini merupakan penurunan yang signifikan dari tahun sebelumnya di mana pada 31 Desember 2022, mereka mencatatkan keuntungan sebesar Rp58,8 triliun, jadi penurunan lebih dari Rp50 triliun,” papar Hadrian.

Garuda Indonesia: Penurunan Saham, Aksi Korporasi, dan Dampaknya Terhadap Pasar

Sementara itu, Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), menyatakan bahwa volatilitas saham terjadi karena adanya fakta material atau peristiwa penting yang disampaikan perusahaan mengenai pelunasan sebagian surat utang dan sukuk (Bond Retirement).