Argumennya, disangka pelaku pemerkosaan pada korban itu ialah anak seorang kiai dusun pemilik pondok pesantren. Bahkan juga, semakin itu dipandang disegani warga setempat.
“Orang tuanya itu tidak berani melapor polisi, terus takut menuntut sang aktor, karena aktornya itu anaknya kiai yang paling disegani masyarakat daerah,” kata Nanang Susanto.
Selanjutnya korban sendiri diketahui sebagai santriwati yang tiap sore mengaji di ponpes punya orangtua dari pria yang diduga pelaku. Bahkan juga, satu tahun lalu korban bersama beberapa santri yang lain diharuskan menginap di ponpes.
“Beberapa santri harus menginap dan tidur di bangunan seperti aula begitu, santri laki-lagi tidurnya di bawah dan wanita tidur di lantai atas,” ungkapnya.
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
Nanang Susanto sampaikan, tindakan pencabulan yang diperhitungkan dilaksanakan oleh anak seorang kiai itu terjadi di saat korban menginap dan tidur di pondok pesantren.
Anak kiai yang diduga sebagai pelaku itu kerap jadi guru ngaji di pondok pesantren setempat. Dan kasus itu sudah jadi pembicaraan warga di tempat sampai korban alami trauma.
Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri
“Kasus pencabulan oleh putra dari kiai di kampungnya itu telah ramai diketahui beberapa orang,” ungkapkan Saji salah satunya tetangga korban.
Selanjutnya, beberapa petugas dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban, sudah bertandang ke rumah korban.
Hal itu untuk menemani keadaan korban dan petugas siap mendampinginya. Sampai sekarang ini, anak korban diasuh orang tuanya karena sang santriwati lagi trauma atas peristiwa itu.












