Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para peserta siap bersaing di dunia kerja dan mampu memberikan kontribusi positif bagi industri kopi di tanah air.
“Program pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk meraih kesuksesan di bidang yang mereka geluti,” pungkas Plt. Kepala Disnaker Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Sudah Kantongi SLHS, SPPG WR Supratman Akui Masukan Publik, Siap Benahi Kualitas Menu MBG
Usai pelatihan, para peserta selain mendapatkan bantuan peralatan Barista dan sertifikat dari BNSP, juga diberi kesempatan untuk magang di beberapa kafe yang ada di Blitar selama 5 hari.
Disnaker Kabupaten Blitar mendapat anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025, dengan total anggaran mencapai Rp 1,5 miliar. Dana ini, dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing bagi pencari kerja.
Baca Juga: Dari Menu Sayur Tewel hingga Bau Amis, SPPG WR. Supratman Kota Blitar Jadi Sorotan Serius
Dalam program ini, Disnaker Kabupaten Blitar menawarkan 8 skema pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja berdasarkan kompetensi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Adapun skema yang tersedia meliputi: Barista, Digital Marketing, Makeup Artist (MUA), Refrigerasi Domestik, Teknisi Sound Audio, Pengolahan Masakan Unggas, Barbershop, dan Budidaya Pertanian.
Baca Juga: Elim Tyu Samba: Tunas 3 TIDAR di Kota Blitar Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
Dari 8 skema tersebut, yang sudah dibuka pendaftaran yakni, Barista, Digital Marketing, MUA, dan Refrigerator Domestik.
Tercatat, skema Digital Marketing menarik 383 pendaftar, diikuti oleh Barista dengan 245 pendaftar, dan MUA sebanyak 238 pendaftar. Ini menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat.
Untuk pelatihan Barista, MUA, dan Refrigerasi Domestik, masing-masing akan diambil 20 peserta, sedangkan untuk Digital marketing, akan diambil 25 peserta. **












