Example floating
Example floating
Peristiwa

Ini Alasan Mengejutkan! NU Tolak Full Day School dengan Tegas!

Alfi Fida
×

Ini Alasan Mengejutkan! NU Tolak Full Day School dengan Tegas!

Sebarkan artikel ini
Ini Alasan Mengejutkan! NU Tolak Full Day School dengan Tegas!
Ini Alasan Mengejutkan! NU Tolak Full Day School dengan Tegas!

“Misalnya, mulai dari jam 06.00 hingga jam 13.00 atau jam 07.00 hingga jam 13.00. Intinya adalah memberikan waktu kepada anak-anak untuk belajar agama pada sore hari, untuk memperkuat karakter mereka di masjid dan TPQ,” ujar Gus Rozin pada Rabu (20/9).

Gus Rozin menjelaskan bahwa NU memiliki banyak madrasah dan TPQ yang biasanya digunakan sebagai tempat pendidikan keagamaan bagi anak-anak. Menurutnya, kegiatan ini sering diadakan pada siang hingga sore hari.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Bus Indorent Jakarta Malang Terguling di Tol Ngawi Pramugari Tewas dan 32 Penumpang Luka Akibat Kecelakaan Tunggal

Gus Rozin menekankan peran penting TPQ dan madrasah dalam mengembangkan pemahaman Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin pada anak-anak. Ia berpendapat bahwa tradisi ini tidak boleh dihilangkan jika kita memaksa kebijakan lima hari sekolah sepanjang hari.

Gus Rozin juga mencatat bahwa sekolah selama lima hari penuh dari pagi hingga sore justru dapat menguras stamina anak-anak. Oleh karena itu, ada potensi bahwa anak-anak mungkin enggan mengikuti kegiatan keagamaan di TPQ.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

“Sebagai contoh, jika anak masuk sekolah pada jam 07.00 dan selesai pada jam 15.00 WIB, mereka mungkin tidak dapat mengikuti kegiatan TPQ. Anak-anak sudah lelah saat pulang ke rumah pada jam 16.00. Setelah itu, mereka harus mengerjakan pekerjaan rumah dan lainnya,” kata Gus Rozin.

NU Menolak Full Day School dan Menyuarakan Pentingnya Pendidikan Keagamaan

Gus Rozin, Koordinator Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah NU, dengan tegas mengusulkan bahwa pendekatan yang lebih ideal adalah menjalankan sekolah dari pagi hingga siang, dengan siswa melanjutkan pendidikan keagamaan di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) atau madrasah pada sore hari.

Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah

Tradisi ini, menurutnya, sangat penting dalam mengembangkan pemahaman Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin pada anak-anak. Dengan demikian, kebijakan lima hari sekolah sepanjang hari dapat menguras stamina anak-anak dan mengancam partisipasi mereka dalam pendidikan keagamaan.

Gus Rozin menegaskan bahwa menjaga keseimbangan ini adalah kunci, sehingga pendidikan karakter dan keagamaan anak-anak tetap optimal.