Example floating
Example floating
Birokrasi

Air Mata Riezky Aprilia Membasahi Ruang Sidang, Menguak Tekanan Sekjen PDIP Hasto

Avatar
×

Air Mata Riezky Aprilia Membasahi Ruang Sidang, Menguak Tekanan Sekjen PDIP Hasto

Sebarkan artikel ini
Air Mata Riezky Aprilia Membasahi Ruang Sidang, Menguak Tekanan Sekjen PDIP Hasto

Ketegangan memuncak ketika Hasto menegaskan posisinya sebagai Sekjen partai, yang ditanggapi Riezky dengan pernyataan tegas bahwa Hasto bukanlah Tuhan.

“Dan Pak Sekjen menjawab dan itu yang saya tidak akan pernah saya lupakan karena agak kaget untuk pertama kali saya bisa berinteraksi, ‘saya ini Sekjen partai’,” ucap dia.

Baca Juga: GEMPAR! Sidang Impor Gula Seret Nama Jokowi, Tom Lembong Ungkap Perintah Langsung Presiden

“Di situ saya, reaksi saya juga emosi, saya berdiri, [saya bilang], ‘saya tahu Anda Sekjen partai tapi Anda bukan Tuhan.’ Itu yang saya sampaikan. Waktu yang singkat Pak Sekjen tapi sangat melekat sampai sekarang di benak saya,” sambungnya.

Emosi Riezky kembali memuncak saat ia hendak melanjutkan ceritanya, hingga akhirnya ia memilih untuk meninggalkan ruangan pertemuan. Jaksa penuntut umum kemudian membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Riezky, yang mengungkap bahwa Hasto sempat menggebrak meja saat pertemuan tersebut.

Baca Juga: Kementerian PPPA Dorong Ruang Bersama Indonesia untuk Penguatan Perempuan dan Anak di Desa

“Saya bacakan ya, BAP nomor 14, Yang Mulia. Saksi, ya, saya bacakan supaya setidaknya mengingat memori, ‘pada saat itu, Hasto marah dan menggebrak meja, mengatakan ‘saya ini sekjen’. Kemudian saya spontan berdiri dan mengatakan ‘Anda bukan Tuhan’, kemudian Hasto mengatakan, ‘Anda melawan saya?’, kemudian saya jawab, ‘iya, saya melawan Anda, tapi bukan partai’, ada jawaban seperti itu?” tanya jaksa mengkonfirmasi.

“Iya,” jawab Riezky.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Kesaksian Riezky ini menambah babak baru dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Komisioner KPU RI, dan dugaan perintangan penyidikan kasus Harun Masiku, menyoroti dinamika politik internal PDIP dalam penentuan calon legislatif terpilih.