Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Strategi Gus Qowim Kawal Pembangunan Kecamatan Pesantren Agar Tepat Sasaran di Tahun 2027

A. Daroini
×

Strategi Gus Qowim Kawal Pembangunan Kecamatan Pesantren Agar Tepat Sasaran di Tahun 2027

Sebarkan artikel ini
Pemkot Kediri, Musrenbang, Gus Qowim, Kecamatan Pesantren, Pembangunan Daerah, Kota Kediri, Perencanaan Pembangunan

KEDIRI – Menatap tahun 2027, Pemerintah Kota Kediri mulai mematangkan rencana pembangunan agar lebih berdampak bagi warga. Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pesantren yang digelar Rabu (11/2/2026), Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim, memberikan pesan tegas: pembangunan harus dijalankan dengan cermat, inovatif, dan tidak asal-asalan.

Bagi Gus Qowim, tahun 2027 punya posisi krusial sebagai tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Ia mengingatkan bahwa meski ada tantangan fiskal akibat kebijakan transfer daerah dari pemerintah pusat, semangat untuk membangun tidak boleh kendur.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

“Kita memang harus realistis dengan kondisi fiskal saat ini. Namun, bukan berarti pembangunan berhenti. Justru ini saatnya kita dituntut lebih kreatif, inovatif, dan kolaboratif agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat nyata,” ujar Gus Qowim di sela-sela kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Pesantren tersebut.

Dalam forum tersebut, Gus Qowim juga menyoroti progres usulan warga di tahun-tahun sebelumnya. Tercatat, dari 122 usulan warga Kecamatan Pesantren di periode lalu, sebanyak 38,5 persen sudah berhasil diakomodasi. Mulai dari peningkatan infrastruktur seperti pengaspalan jalan dan rehabilitasi saluran irigasi, hingga program pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan UMKM, kesehatan, sampai pengembangan kelurahan ramah anak.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan

Ia juga menyinggung keberhasilan beberapa proyek strategis, seperti pelebaran Jalan Betet–Kleco yang kini populer dengan sebutan Jalur Lintas Santren (JLS). Jalur ini terbukti ampuh memecah kepadatan dan mendorong geliat ekonomi warga sekitar.

“Fokus kita tetap pada penguatan layanan dasar. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga drainase perkotaan. Semua program unggulan Sapta Cita akan kita kawal konsistensinya,” tambahnya.

Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta

Gus Qowim pun berpesan kepada jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan agar mengoptimalkan dana kelurahan sebagai stimulan. Kegiatan seperti Posyandu, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan Karang Taruna harus dikelola dengan kolaborasi lintas pihak agar hasilnya lebih maksimal.

Musrenbang ini bukan sekadar seremoni. Hasil diskusi dari Kecamatan Pesantren ini nantinya akan dibawa ke tingkat kota untuk diselaraskan kembali. Tujuannya satu: memastikan pembangunan Kota Kediri ke depan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan membuat kota ini semakin berdaya saing.