NGANJUK, MEMO – Warga lingkungan Bagbogo RT 02 RW 05 Klurahan / Kecamatan Tanjunganom pada sore hari ini ( Minggu , 8/03/2026) sekitar pukul 16.00 WIB mendadak gempar.
Itu setelah tersiar kabar ada penemuan mayat mengambang di sungai saluran sekunder B.21.

Dari keterangan para saksi mata di lokasi kejadian, awal ditemukanya mayat perempuan tersebut kondisinya tersangkut gundukan sampah di tengah sungai dengan posisi tengkurap masih mengenakan pakaian lengkap.
Melihat peristiwa itu, spontan para saksi mata langsung melapor ke pihak berwajib setempat dan mencari bantuan warga sekitar lokasi kejadian untuk mengangkat tubuh mayat dari tengah sungai dinaikkan ke bantaran sungai.

Baca Juga: Road Show Kemanusiaan AWN Memasuki Hari Ke 19 Berbagi Untuk Kelompok Orang Jalanan
Setelah berhasil diselamatkan warga, akhirnya dari pihak Polsek Warujayang langsung membawa korban ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Dari keterangan polisi, dari hasil visum luar RS Bhayangkara tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban murni karena diduga terpeleset dan terjebur di DAM sungai yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

Dari hasil penelusuran wartawan memo.co.id identitas korban diketahui bernama ST Maditotun, 73, warga Lingkungan Pengkol RT 03 RW 01 Klurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom.
Sementara dari keterangan M.Husein ,54, salah satu tetangga korban menjelaskan kronologis kejadiannya bahwa sekitar pukul 14.00 WIB korban keluar dari rumah untuk belanja dapur.
Namun ditunggu beberapa jam, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Dengan kondisi itu membuat ke dua anak korban panik dan mencari keberadaan korban sampai sore hari.

Selang dua jam pencarian, keberadaan korban baru bisa diketahui setelah muncul informasi di Tik Tok yang diunggah oleh warga Bagbogo.
Dari informasi itu akhirnya nyampek di keluarga korban. Dan tanpa pikir panjang langsung memastikan di lokasi penemuan.
Dan ternyata benar bahwa mayat perempuan tersebut adalah orang tuanya yang dicari berjam jam.
” Dimungkinkan Mbah Tun terpeleset dan terjebur di DAM saat mau pulang ke rumah,” terang Husein.
Untuk diinformasikan juga, mobil ambulans RS Bhayangkara Nganjuk membawa jenasah ST Madidotun tiba di rumah duka sekitar pukul 21.00 WIB disambut Isak tangis keluarga , kerabat dan tetangga yang melayat di rumah duka. ( Adi)












