Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Urat Nadi Kemanusiaan AWN Belum Putus, Hari Ini Kirim Kasur Busa Untuk Sahra

Mulyadi Memo
×

Urat Nadi Kemanusiaan AWN Belum Putus, Hari Ini Kirim Kasur Busa Untuk Sahra

Sebarkan artikel ini

NGANJUK ,MEMO – Ada potret kemiskinan di Kabupaten Nganjuk yang masih terabaikan. Yaitu telah ditemukan sebuah rumah hunian penduduk yang kondisinya lumayan mengenaskan.

Tepatnya di Dusun Bukur RT 05 RW 01 Desa Bukur Kecamatan Patianrowo . Ada satu kepala keluarga ( KK ) bernama Soleni, 49, yang hidup bersama anak bungsunya , Sahra , hidup dibawah garis kemiskinan. Bisa dibilang status ekonomi sosialnya tergolong ekstrem.

Baca Juga: Di Lingkungan Keluarga Dan Sekolah , Pelaku Pembacokan Dikenal Anak Pendiam Dan Tertutup, Benarkah Demikian ?, Ini Faktanya....

Yang paling mencolok adalah kondisi tempat tinggalnya yang benar benar tidak layak huni. Selain kumuh dan sempit, rumah kesayangan Soleni yang dijadikan tempat berteduh dengan buah hatinya ( Sahra) tidak ubahnya seperti kandang ayam.

Baca Juga: Hanya Hitungan Jam, Pelaku Pembacokan Sonobekel Berhasil Diringkus Tim Satresmob Macan Wilis Polres Nganjuk Di Mojokerto

Betapa tidak, dinding rumahnya tidak berbahan materiil dari batu bata, tapi 90% terbuat dari anyaman bambu( gedek,red). Itupun kondisinya sekarang sudah lapuk termakan usia. Itu bisa dilihat secara langsung saat para awak media berkunjung ke rumah Soleni untuk misi kemanusiaan pada hari ini ( Rabu,4/03/2026).

Saat menyambut kedatangan para awak media, Soleni bapak tiga anak yang berstatus duda hampir 3 tahun ini telanjang dada berkulit hitam legam dengan memakai celana pendek yang sudah kusam tidak banyak cakap.

Baca Juga: Asmara Berdarah Di Malam Jumat Kliwon , Jembatan Widas Sonobekel Jadi Saksi Bisu.....

 

Bicaranya pelan tapi dilihat dari bahasa tubuhnya yang terpancar dari sorot matanya mengisyaratkan memendam kesedihan yang teramat dalam.

” Sering rumah Soleni di foto. Katanya untuk diusulkan ke pemerintah agar dapat bantuan bedah rumah, tapi faktanya sampai sekarang tidak ada buktinya, ” terang para tetangga Soleni.

Soleni sendiri membenarkan keterangan para tetangganya seperti itu. Menurutnya rumahnya disurvey pamong tidak hanya sekali. ” Kulo nrimo kahanan mas,” ucap Soleni dengan nada rendah.

Ditanya keinginanya, Soleni menjawab pasrah. Dibantu monggo tidak dibantu gak papa. Yang penting dirinya dan anak anaknya selalu diberi kesehatan.

Realita berbanding terbalik. Pasalnya di daerah yang gencar menyuarakan slogan ” Nganjuk Melesat ” tapi ternyata belum sepenuhnya tercover secara merata. Khususnya untuk sektor pengentasan kemiskinan di daerah pedesaan.

Terbukti, dengan kondisi status ekonomi Soleni laki laki buruh tani yang hidup dibawah garis kemiskinan ekstrem ini sampai saat ini belum berubah.

Bisa dibilang rumah Soleni tidak ubahnya seperti kebanyakan tumah di jaman sebelum Indonesia merdeka. Atau mengingatkan kita ketika masih menjadi negara jajahan oleh negara sekutu asing waktu itu.

Bisa digambarkan sekilas, kontruksi rumah Soleni berukuran kecil berlantai tanah, berdinding anyaman bambu yang sudah rapuh karena dimakan usia, juga terkesan kumuh tdan idak memiliki perabotan.

Tidurnya beralaskan kasur usang yang sudah menjamur. Melihat itu, AWN bersama donatur menyumbang satu buah kasur busa diberikan langsung kepada adik Sandra

Dipelukan hangat Ketua AWN Nganjuk, Puguh Santoso, anak bungsu Soleni ini tidak bisa berkata sepatah kata apapun, hanya linangan air mata jatuh ke lantai tanah rumahnya tanda rasa syukur yang tak terkira. ( Adi )