Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

SPPG Ringinanyar Mulai Jalan Dulu, Ahli Gizi dan SLHS Menyusul: Pengawasan Ke Mana?

Prawoto Sadewo
×

SPPG Ringinanyar Mulai Jalan Dulu, Ahli Gizi dan SLHS Menyusul: Pengawasan Ke Mana?

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blitar kembali tercoreng. Kali ini sorotan tajam mengarah ke SPPG Ringinanyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Dapur yang telah beroperasi sejak 14 Januari 2026 itu kedapatan sempat berjalan tanpa tenaga ahli gizi.

Fakta ini terungkap saat awak media mewawancarai Kepala SPPG Ringinanyar, Widya Trisna Wardhani, terkait menu MBG kering selama Bulan Ramadan.

Baca Juga: SOBAT MBG Gelar Aksi Damai di Blitar, Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

“Pas awal memang belum ada, jadi untuk ahli gizinya menyusul. Sekarang sudah ada,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).

Pengakuan tersebut tentu bukan perkara sepele. Sebab, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebelumnya telah menegaskan bahwa setiap dapur umum dalam program MBG wajib memiliki tenaga ahli gizi. Bahkan, ia menyebut keberadaan ahli gizi merupakan pilar utama yang tidak bisa ditawar dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Pengurus KONI Kota Blitar 2026–2030 Dilantik, Fokus Konsolidasi dan Peningkatan Prestasi

Artinya, ketika SPPG Ringinanyar mulai beroperasi tanpa ahli gizi, dapur tersebut sejatinya telah mengabaikan prinsip dasar yang digariskan regulator. Pertanyaannya: siapa yang memberi lampu hijau?

Masalah tak berhenti di sana. SPPG Ringinanyar juga belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bahkan, izin dasar berupa Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) pun belum dimiliki.

Baca Juga: BPKAD Blitar Tegaskan Pemanfaatan Aset Jalan Anjasmoro Sudah Sesuai Aturan, Nilai Sewa Tembus Rp106 Juta per Tahun

Widya mengakui, kendala utama ada pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum sesuai standar BGN.

“SLHS masih proses, kemarin kita masih pakai lubang biasa (kolam penampungan limbah). Kita sudah ajukan, tinggal pasang grease trap (penyaring lemak),” ungkapnya.