Memo.co.id, MOJOKERTO – Ketegangan menyelimuti warga di wilayah Jatirejo saat api raksasa melahap fasilitas peternakan dalam waktu singkat di tengah keheningan malam. Melalui upaya yang luar biasa, aksi petugas berjibaku 6 jam kebakaran kandang ayam di Jatirejo Mojokerto akhirnya padam setelah perjuangan melelahkan menembus kobaran api yang sulit dijinakkan. Embusan angin yang kencang dan banyaknya material mudah terbakar di lokasi membuat api dengan cepat merambat ke seluruh area bangunan. Beruntung, berkat koordinasi cepat antar instansi, api tidak sampai menjilat rumah-rumah penduduk yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi sektor peternakan lokal, mengingat jumlah kerugian materiil yang ditimbulkan mencapai angka yang fantastis. Di tahun 2026 ini, kesiapan armada pemadam kebakaran di wilayah pelosok Mojokerto terus diuji oleh tantangan teknis seperti ketersediaan sumber air di lapangan. Namun, dedikasi para petugas yang tetap bersiaga hingga titik api terakhir benar-benar mati patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari masyarakat luas.
Kronologi Api Melahap Kompleks Kandang Ayam di Jatirejo Secara Masif
BBencana kebakaranseringkali datang dari hal-hal kecil yang terabaikan, dan kali ini Jatirejo menjadi saksi bisu keganasan si jago merah. Saat kejadian petugas berjibaku 6 jam kebakaran kandang ayam di Jatirejo Mojokerto akhirnya padam, api dilaporkan mulai terlihat dari bagian tengah bangunan pada dini hari. Dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh atap kandang yang terbuat dari bahan kayu dan bambu sudah tertutup api, menciptakan pemandangan yang mencekam bagi warga sekitar yang terbangun karena suara ledakan kecil dari instalasi listrik.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari pos terdekat untuk melokalisir area. Kendala utama yang dihadapi petugas adalah akses jalan yang sempit serta sulitnya mendapatkan pasokan air di sekitar lokasi peternakan. Petugas terpaksa mengambil air dari sungai yang jaraknya cukup jauh guna memastikan suplai air tetap terjaga selama proses pendinginan. Ketahanan fisik petugas benar-benar diuji saat mereka harus memanjat sisa-sisa bangunan yang rawan roboh demi memastikan tidak ada bara api yang tertinggal di balik tumpukan sekam.
Berdasarkan investigasi awal, kebakaran ini diduga dipicu oleh kegagalan sistem kelistrikan pada mesin penghangat DOC (anak ayam). Arus pendek tersebut menyambar tumpukan pakan dan sekam kering yang sangat mudah terbakar. Akibatnya, pemilik peternakan harus merelakan ribuan ekor ayam yang siap panen hangus tak bersisa. Kerugian diperkirakan menembus angka miliaran rupiah, mencakup kerusakan infrastruktur bangunan, alat-alat modern peternakan, hingga stok pakan yang ikut ludes terbakar.
Pihak BPBD dan Pemadam Kebakaran Mojokerto mengimbau agar para pelaku usaha peternakan mulai melakukan audit instalasi listrik secara berkala. Penggunaan kabel yang tidak sesuai standar serta penataan instalasi yang semrawut seringkali menjadi “bom waktu” bagi industri peternakan. Di tahun 2026, diharapkan setiap kandang besar wajib memiliki tandon air khusus dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sebagai pertolongan pertama guna meminimalisir dampak kerugian sebelum bantuan pemadam tiba di lokasi.
Evaluasi Pasca-Kejadian: Petugas Berjibaku 6 Jam Kebakaran Kandang Ayam Di Jatirejo Mojokerto Akhirnya Padam
Ketangguhan sistem pemadam kebakaran di Mojokerto kini menjadi sorotan positif setelah berhasil meredam bencana ini. Fakta bahwa petugas berjibaku 6 jam kebakaran kandang ayam di Jatirejo Mojokerto akhirnya padam membuktikan bahwa sinergi dan pengalaman lapangan sangat krusial dalam situasi darurat. Evaluasi mengenai standar keselamatan gedung di wilayah pedesaan harus terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang di sepanjang tahun 2026 ini.
Insiden memprihatinkan di mana petugas berjibaku 6 jam kebakaran kandang ayam di Jatirejo Mojokerto akhirnya padam adalah pelajaran berharga bagi dunia usaha peternakan. Kehilangan aset berharga dalam waktu sekejap tentu sangat menyakitkan, namun keselamatan nyawa tetap menjadi yang utama. Mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing. Semoga pemilik peternakan diberikan ketabahan dan dapat segera bangkit untuk membangun kembali usahanya dengan standar keamanan yang lebih baik.
FAQ
Tidak ada korban jiwa dari kalangan manusia, namun ribuan ekor ayam ternak mati terpanggang.
Kerugian ditaksir mencapai lebih dari satu miliar rupiah meliputi bangunan dan seluruh isinya.
Sedikitnya lima unit mobil PMK dari Kabupaten dan Kota Mojokerto diterjunkan ke lokasi.
Hingga saat ini penyebab diduga kuat karena korsleting listrik pada sistem pemanas kandang, namun penyelidikan kepolisian masih berlangsung.












