Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Puluhan Tahun Kedinginan di Balik Dinding Bambu Kini Sumiin Miliki Rumah Kokoh Lewat Program TMMD Kabupaten Kediri

A. Daroini
×

Puluhan Tahun Kedinginan di Balik Dinding Bambu Kini Sumiin Miliki Rumah Kokoh Lewat Program TMMD Kabupaten Kediri

Sebarkan artikel ini
Program TMMD Kabupaten Kediri
  • Program TMMD Kabupaten Kediri. Sumiin, seorang kuli angkut kayu di Desa Gadungan, akhirnya memiliki rumah permanen setelah 20 tahun bertahan di bangunan lapuk peninggalan orang tua.
  • Melalui sinergi Kodim 0809/Kediri dan Pemerintah Kabupaten Kediri, hunian tidak layak huni milik warga prasejahtera dibangun ulang secara total.

Transformasi Hunian Layak dan Sinergi TNI Bersama Rakyat di Puncu

Kisah haru menyelimuti Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, saat impian sederhana seorang kepala keluarga untuk memiliki hunian yang aman akhirnya menjadi kenyataan. Sumiin (49), yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh blandong kayu, kini tidak perlu lagi merasa was-was saat hujan deras mengguyur.

Rumah bambu miliknya yang sudah lapuk dimakan usia kini telah bertransformasi menjadi bangunan permanen yang kokoh berkat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127.

Baca Juga: Cara Mas Dhito Mudahkan Urusan Dokumen Warga Melalui Layanan Sahaja Suka

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata TNI dan Pemerintah Daerah dalam memerangi kemiskinan melalui perbaikan infrastruktur dasar.

Perjuangan di Balik Dinding Bambu yang Lapuk

Selama dua dekade, Sumiin bersama keluarganya harus berkompromi dengan keadaan. Dinding bambu rumahnya yang berlubang membuat uap dingin dan air hujan seringkali menyusup masuk ke ruang tamu hingga kamar tidur.

Baca Juga: 17 Program Prioritas Bupati Kediri Mas Dhito Terealisasi di Tahun Pertama Pereode Kedua

Sebagai pekerja kasar dengan penghasilan maksimal Rp100.000 per hari, renovasi rumah adalah kemewahan yang tidak pernah berani ia mimpikan. Penghasilan yang pas-pasan tersebut harus ia bagi untuk menghidupi lima anggota keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anaknya.