Example floating
Example floating
DaerahJatim

3 Jenazah Kini Ditemukan Saat Proses Pengangkatan Kapal KMP Tunu Masih Berlangsung Intensif

Avatar
×

3 Jenazah Kini Ditemukan Saat Proses Pengangkatan Kapal KMP Tunu Masih Berlangsung Intensif

Sebarkan artikel ini

Memo.co.id – Operasi pencarian dan evakuasi di lokasi kecelakaan laut kembali membuahkan hasil di tengah upaya keras tim gabungan, di mana proses pengangkatan kapal KMP Tunu masih berlangsung hingga saat ini. Dalam perkembangan terbaru, tim penyelam berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah ketiga yang sebelumnya terjebak di dalam kompartemen kapal. Penemuan ini menambah daftar duka sekaligus menjadi prioritas utama petugas sebelum kapal benar-benar ditarik ke permukaan. Upaya pengangkatan ini bukan hanya soal mengamankan alur pelayaran, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan untuk memastikan seluruh manifes atau potensi korban hilang dapat ditemukan secara terhormat oleh tim pencari.

Detail Penemuan Jenazah Ketiga dan Kendala Operasi KMP Tunu


Proses evakuasi bangkai kapal KMP Tunu yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu kini memasuki fase yang paling krusial. Tim teknis dan tim SAR gabungan terus berjibaku di lokasi kejadian untuk mengangkat badan kapal dari dasar laut. Di tengah operasi yang sangat teknis ini, para penyelam yang melakukan penyisiran di bagian dalam kapal melaporkan adanya penemuan satu jenazah lagi. Korban tersebut merupakan jenazah ketiga yang berhasil diidentifikasi selama operasi berlangsung. Penemuan ini terjadi saat petugas mencoba membuka akses ke area kabin yang sebelumnya tertutup material berat dan lumpur dasar laut. Kondisi jenazah saat ditemukan sudah mulai sulit dikenali, namun tim identifikasi sudah bersiaga di daratan untuk melakukan prosedur pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Secara teknis, pengangkatan kapal KMP Tunu bukanlah perkara yang mudah. Kapal dengan bobot yang cukup besar ini berada pada posisi yang sulit dengan kemiringan yang ekstrem. Petugas harus sangat hati-hati dalam memasang sabuk pengangkat (sling) agar badan kapal tidak patah saat ditarik ke atas. Arus bawah laut yang berubah-ubah di lokasi kejadian seringkali memaksa penyelam untuk menghentikan aktivitas sementara demi keselamatan mereka. Selain itu, jarak pandang yang sangat terbatas atau zero visibility di dalam bangkai kapal membuat setiap pergerakan harus dilakukan dengan koordinasi radio yang sangat ketat antara tim bawah air dan tim di kapal pendukung.

Kepala tim evakuasi menjelaskan bahwa fokus mereka saat ini terbagi menjadi dua jalur utama. Pertama, memastikan seluruh ruangan di dalam kapal sudah diperiksa secara detail agar tidak ada korban yang tertinggal. Kedua, menstabilkan posisi kapal sebelum dilakukan penarikan akhir menggunakan alat berat. Penemuan jenazah ketiga ini memberikan petunjuk baru bagi tim mengenai posisi terakhir para penumpang saat kejadian berlangsung. Hal ini sangat penting untuk membantu proses investigasi mengenai penyebab pasti kecelakaan dan bagaimana evakuasi mandiri dilakukan oleh para awak serta penumpang pada saat-saat kritis tersebut.

Baca Juga: Fokus Infrastruktur Menteri PU Dody Hanggodo Berbicara Sejumlah Proyek Strategis di Jatim Pastikan Target Selesai Tepat Waktu dan Berkualitas

Keluarga korban yang berada di posko antemortem terus memantau perkembangan ini dengan harapan besar agar anggota keluarga mereka segera ditemukan. Pihak kepolisian dan Basarnas juga memberikan pendampingan psikologis kepada para keluarga yang menunggu. Proses identifikasi jenazah ketiga ini akan dilakukan menggunakan metode DVI (Disaster Victim Identification) yang mencakup pemeriksaan data medis dan properti yang melekat pada tubuh korban. Langkah ini diambil guna menjamin akurasi identitas sebelum jenazah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Di sisi lain, operasional alur pelayaran di sekitar lokasi pengangkatan kapal tetap dijaga ketat oleh pihak Syahbandar. Beberapa kapal yang melintas diminta untuk menjaga jarak aman agar tidak menimbulkan gelombang yang bisa mengganggu stabilitas kapal pengangkat. Pengangkatan KMP Tunu ini ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan, tergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran teknis di bawah laut. Jika seluruh badan kapal sudah berhasil diapungkan, tim KNKT akan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap konstruksi kapal untuk mencari bukti-bukti tambahan terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Respon Kilat Keluhan Warga Dijawab Cepat Jalan Rusak Duduk Sampeyan Betoyo Guci Mulai Diperbaiki Pemkab Gresik Pastikan Jalur Mulus Kembali

Keberlanjutan operasi ini menunjukkan dedikasi tinggi dari seluruh personel yang terlibat, mulai dari TNI AL, Polri, Basarnas, hingga penyelam profesional dari pihak swasta. Mereka bekerja hampir 24 jam dengan sistem giliran untuk memanfaatkan jendela waktu saat arus laut tenang. Meskipun tantangan fisik dan mental sangat besar, semangat untuk menuntaskan evakuasi ini tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah setempat juga memberikan dukungan logistik dan fasilitas bagi para petugas yang bekerja di garis depan agar operasi ini dapat segera tuntas tanpa ada insiden tambahan.

Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi besar bagi dunia pelayaran nasional mengenai standar keselamatan dan prosedur tanggap darurat di atas kapal. Sambil menunggu proses pengangkatan selesai, doa dan dukungan terus mengalir bagi tim SAR agar tetap diberikan kekuatan dan keselamatan. Keberhasilan mengevakuasi jenazah ketiga ini setidaknya memberikan sedikit titik terang bagi upaya pencarian yang melelahkan selama beberapa hari terakhir di perairan tersebut.

Prosedur Identifikasi Jenazah dan Investigasi KNKT


 Seiring dengan kabar bahwa proses pengangkatan kapal KMP Tunu masih berlangsung, penemuan jenazah ketiga ini menjadi duka sekaligus pengingat pentingnya keamanan maritim. Tim gabungan berkomitmen untuk menyelesaikan misi ini hingga tuntas, baik dalam hal evakuasi korban maupun pengamanan bangkai kapal. Semoga seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala cuaca, sehingga investigasi mendalam dapat segera dilakukan untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.

FAQ

Operasi berlangsung di titik koordinat kecelakaan kapal sesuai jalur pelayaran yang telah dipetakan petugas.

Hingga berita ini diturunkan, sudah ada tiga jenazah yang berhasil dievakuasi dari dalam kapal.

Kendala utamanya adalah arus bawah laut yang deras, lumpur yang menjepit badan kapal, dan jarak pandang penyelam yang sangat terbatas.

Proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI kepolisian melalui pencocokan data medis dan properti korban.