NGANJUK, MEMO – Peringatan Hari Amal Bakti ( HAB) Kementrian Agama ( Kemenag) Kabupaten Nganjuk ke 80 tahun ini didesign oleh tim panitia sedikit beda dengan tahun tahun sebelumnya.
Lebih kaya kreatif inovatif dan membangun. Itu bisa dilihat saat puncak acara HAB yang digelar di gedung serbaguna MAN 2 Nganjuk pada hari Rabu (7/01/2026).

Kegiatan spektakuler yang dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Propensi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I itu diisi acara penyerahan penghargaan berupa piala dan piagam kepada para pemenang kejuaraan.
Katagori yang dilombakan dan dijadikan pilot project HAB ke 80 tahun ini sesuai dengan Rundown Puncak Anugrah Madrasah Nganjuk Awards 2025 ada lima katagori. Yaitu katagori guru inovatif, katagori kepala madrasah inspiratif, katagori madrasah berprestasi , katagori madrasah bersinar. Satu lagi nominasi istimewa untuk satu juara umum.

Baca Juga: Respect Sosial Spirit AWN Peduli Kaum Marginal, Begini Kiprahnya...
Menariknya, dari lima katagori yang dilombakan tersebut diikuti peserta dari kelompok guru dan kepala madrasah baik negeri maupun swasta se Kabupaten Nganjuk dari jenjang RA, MI,MTs dan MA.
Kenapa pesertanya harus melibatkan kelompok guru dan kepala madrasah. Ini penjelasan Sutopo selaku Kepala Seksi ( Kasi) PENMA di Kantor Kemenag Nganjuk juga sekaligus sebagai ketua panitia HAB ke 80.

Menurut Sutopo, huru dan tenaga kependidikan adalah pilar utama dalam dunia pendidikan. Tanpa peran mereka yang signifikan, tujuan pendidikan untuk
membentuk generasi yang unggul, berakhlak, dan berkarakter tidak akan
tercapai.
” Di lingkungan madrasah, peran mereka bahkan lebih kompleks, mengingat tanggung jawab untuk tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter siswa berdasarkan nilai nilai agama,” tandas Sutopo saat diwawancarai wartawan memo.co.id usai acara.












